IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Patroli AS Melihat Kapal Angkatan Laut China dan Rusia di Lepas Pulau Alaska

Sebuah kapal Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS) yang berpatroli rutin di Laut Bering melihat sebuah kapal penjelajah rudal dari China. FOTO/EPA-EFE/MC3 Jason Tarleton
Sebuah kapal Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS) yang berpatroli rutin di Laut Bering melihat sebuah kapal penjelajah rudal dari China. FOTO/EPA-EFE/MC3 Jason Tarleton
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

AS melihat dua kapal angkatan laut China dan empat kapal angkatan laut Rusia

ANCHORAGE — Sebuah kapal Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS) yang berpatroli rutin di Laut Bering melihat sebuah kapal penjelajah rudal dari China. Kapal penjelajah itu tidak sendirian, patroli juga melihat dua kapal angkatan laut China lainnya dan empat kapal angkatan laut Rusia, termasuk sebuah kapal perusak dalam formasi tunggal.

Kapal-kapal itu berlayar sekitar 86 mil atau 138 kilometer ke utara Pulau Kiska Alaska, pada 19 September. Kapal patroli Kimball yang berbasis di Honolulu, mengamati ketika kapal-kapal China dan Rusia itu memecah formasi dan membubarkan diri. Sebuah Hercules C-130 memberikan dukungan udara untuk Kimball dari stasiun Coast Guard di Kodiak.

“Sementara formasi telah beroperasi sesuai dengan aturan dan norma internasional, kami akan bertemu untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap kepentingan AS di lingkungan maritim di sekitar Alaska,” ujar Komandan Distrik Penjaga Pantai Ketujuh Belas, Laksamana Muda Nathan Moore.

BACA JUGA:
Beijing dan Shanghai Perketat Penjagaan Usai Unjuk Rasa Anti-Peraturan Covid-19

Penjaga Pantai mengatakan pedoman Operasi Perbatasan Sentinel menyerukan pertemuan “presence with presence” ketika pesaing strategis beroperasi di sekitar perairan AS. Kimball akan terus memantau area tersebut.

Formasi China dan Rusia di Alaska terjadi sebulan setelah Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan tentang kepentingan China dan pembangunan militer Rusia di Kutub Utara. Stoltenberg mengatakan, Rusia telah membentuk Komando Arktik baru, serta membuka ratusan situs militer Arktik baru dan bekas era Soviet, termasuk pelabuhan laut dalam dan lapangan terbang. Sementara China telah mendeklarasikan dirinya sebagai negara “dekat Arktik” dan berencana untuk membangun pemecah es terbesar di dunia.

BACA JUGA:
Anwar Ibrahim Tolak Mobil Dinas Mercedes Benz S600

“Beijing dan Moskow juga telah berjanji untuk mengintensifkan kerja sama praktis di Kutub Utara.  Ini merupakan bagian dari kemitraan strategis yang mendalam yang menantang nilai dan kepentingan kami,” kata Stoltenberg dalam kunjungan ke utara Kanada.

Ini bukan pertama kalinya kapal angkatan laut China berlayar di dekat perairan Alaska. Pada September 2021, kapal penjaga pantai di Laut Bering dan Samudra Pasifik Utara bertemu dengan kapal-kapal China, sekitar 50 mil atau 80 kilometer) dari Kepulauan Aleutian.

Sumber: Republika

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Patroli AS Melihat Kapal Angkatan Laut China dan Rusia di Lepas Pulau Alaska
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!