Universitas Yale di Amerika Serikat Buka Studi Islam dari Sejarah Hingga Pernaskahan

Universitas Yale di Amerika Serikat Buka Studi Islam dari Sejarah Hingga Pernaskahan
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Studi Islam di Universitas Yali New Haven Amerika Serikat untuk eksplorasi Islam

NEW HAVEN–Mulai semester ini, semua mahasiswa sarjana Universitas Yale di New Haven, Amerika Serikat memiliki pilihan untuk mengejar sertifikat interdisipliner dalam studi Islam.


Dipimpin Direktur Supriya Gandhi, asisten profesor studi agama, sertifikat tersebut memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi Islam dalam berbagai konteks.


Mahasiswa yang berminat harus menyelesaikan lima kredit mata kuliah yang termasuk dalam kategori masyarakat Islam, sejarah Islam, agama Islam dan seni Islam, arsitektur atau sastra. 


Menurut Gandhi, sertifikat tersebut bertujuan untuk menciptakan peluang untuk mengeksplorasi Islam untuk berbagai siswa, termasuk mereka yang tidak mengambil jurusan humaniora atau fokus pada studi agama.

BACA JUGA:
Dr Mariam Afifa, Ahli Bedah Saraf Muslimah Pertama di India


Studi Islam menggabungkan studi pendidikan, studi Abad Pertengahan dan studi terjemahan sebagai sertifikat interdisipliner yang ditawarkan Yale College.


“Ketika saya pertama kali tiba di Yale, saya melihat ada banyak siswa yang tertarik untuk mempelajari Islam, tetapi tidak ada cara bagi mereka untuk benar-benar mengeksplorasi minat itu,” kata Profesor sastra Arab dan pendiri program, Shawkat Toorawa, dilansir dari Yale Daily News, Rabu (28/9/2022).


Seorang mahasiswa, Danish Khan (26 tahun) kesempatan untuk mengambil kelas seni dan sastra Islam untuk sertifikat akan melengkapi minatnya dalam teologi dan sejarah dengan memberikan pandangan yang lebih holistik. 


Dia menambahkan bahwa mata kuliah seperti teologi dan sejarah tidak terisolasi dan saling berhubungan dengan banyak bidang studi lainnya.


Gandhi menjelaskan bahwa ide sertifikat studi Islam mungkin menarik bagi siswa yang tidak mengambil jurusan humaniora atau berfokus pada studi Islam. 

BACA JUGA:
Nasihat Syekh Ibnu Athaillah Jika Mendapat Karunia dari Allah


Dia mendorong siswa yang tertarik untuk berkonsultasi dengan fakultas dan mulai mengambil kursus yang diperhitungkan dalam sertifikat.


“Kami berharap [sertifikat] ini akan mendorong siswa untuk mempertimbangkan kursus yang mungkin tidak mereka perhatikan di masa lalu. Ini adalah cara memandang Islam dengan cara yang beragam, dengan penekanan pada sastra, masyarakat, sejarah, dan agama,” kata Gandhi.


Menurut Program Studi Yale College, mahasiswa yang tertarik harus mengajukan permohonan sertifikat paling lambat satu minggu sebelum jadwal akhir jatuh tempo pada semester akhir studi mereka. Persetujuan sertifikat berada di tangan komite sertifikat dan direktur.


“Sebagai fakultas yang membangun sertifikat ini, kami sangat antusias dengan mahasiswa yang ingin membuat sertifikat ini,” kata Toorawa.


“Saya secara khusus ingin mendorong siswa untuk mengeksplorasi semua sertifikat interdisipliner yang dimiliki Yale,” tambahnya.    

0
happy
Happy
0
sad
Sad
0
angry
Angry
0
shock
Shock
0
sick
Sick
Universitas Yale di Amerika Serikat Buka Studi Islam dari Sejarah Hingga Pernaskahan
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!

Follow us