IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Vladimir Putin: Barat Mengharapkan Rusia Runtuh

Vladimir Putin: Barat Mengharapkan Rusia Runtuh
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Menurut Putin, Barat terus mencari peluang untuk memberikan pukulan terhadap Rusia.

 MOSKOW — Presiden Rusia Vladimir Putin menuding Barat mengharapkan negaranya terpecah dan runtuh. Menurutnya, hal itu sudah terjadi sejak dekade 1990-an.


 


Putin mengatakan, pada 1991, ketika Rusia dibekap krisis sosial akut, Barat mengharapkan Rusia runtuh. “Ini hampir terjadi. Kami ingat tahun 1990-an yang mengerikan, tahun-tahun mengerikan kekurangan pangan dan keputusasaan. Tetapi Rusia tetap teguh, bangkit kembali, mendapatkan kembali kekuatan serta mengambil tempat yang layak di dunia lagi,” ucapnya dalam upacara pengesahan bergabungnya empat wilayah Ukraina, yakni Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia ke Rusia, Jumat (30/9/2022), dikutip laman kantor berita Rusia, TASS.


 

BACA JUGA:
Presiden Ukraina Sebut Rusia Siapkan Serangan Rudal Baru


Menurut Putin, sejak saat itu Barat terus mencari peluang untuk memberikan pukulan terhadap Rusia. “Mereka selalu memimpikan hal itu: memecah belah negara kita, membuat rakyatnya saling bermusuhan dan menjerumuskan mereka ke dalam kemiskinan dan kepunahan,” ujarnya.


 


“Mereka (Barat) tidak bisa tenang karena ada negara hebat dan besar di dunia dengan wilayah, kekayaan alam, sumber daya, dan rakyatnya yang tidak bisa serta tidak akan pernah hidup menurut perintah orang lain,” kata Putin.


 


Pada kesempatan itu, Putin menyampaikan terima kasih kepada empat wilayah Ukraina, yakni Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia yang telah memilih bergabung dengan Rusia. “Dalam beberapa hari terakhir, orang-orang di Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia menganjurkan pemulihan persatuan bersejarah kita. Saya berterima kasih,” ucapnya.

BACA JUGA:
Jurnalis BBC Jadi Korban Kekerasan Aparat Keamanan China


 


Pada 23 hingga 27 September lalu, Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia menggelar referendum untuk bergabung dengan Rusia. Moskow mengklaim, sekitar 98 persen pemilih dalam referendum setuju untuk bergabung.


 


Ukraina dan sekutu Barat-nya menolak hasil referendum tersebut. Mereka menilai referendum itu telah diatur sedemikian rupa hasilnya oleh Moskow. Kendati ditolak dan ditentang, Rusia tetap melanjutkan rencananya untuk “merebut” keempat wilayah itu. Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia mewakili 15 persen dari luas wilayah Ukraina. Jika digabung, luasnya setara dengan luas Portugal. (Kamran Dikarma)

Sumber: Republika

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Vladimir Putin: Barat Mengharapkan Rusia Runtuh
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!