9 Anggota NATO Tegaskan Tolak Akui Aneksasi Wilayah Ukraina oleh Rusia

9 Anggota NATO Tegaskan Tolak Akui Aneksasi Wilayah Ukraina oleh Rusia
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Rusia mengklaim, sekitar 98 persen pemilih dalam referendum setuju untuk bergabung.

 WARSAWA — Sembilan presiden dari negara anggota Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengkritik langkah Rusia menganeksasi empat wilayah Ukraina. Mereka menegaskan tidak akan pernah mengakui pencaplokan tersebut.


Sembilan negara anggota NATO yang merilis pernyataan bersama terkait hal tersebut adalah Republik Ceko, Estonia, Latvia, Lithuania, Montenegro, Makedonia Utara, Polandia, Rumania, dan Slovakia. “Kami menegaskan kembali dukungan kami untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina. Kami tidak mengakui dan tidak akan pernah mengakui upaya Rusia untuk mencaplok wilayah Ukraina mana pun,” kata mereka dalam pernyataannya yang dirilis di situs resmi kantor kepresidenan Rusia, Ahad (2/10/2022).


Presiden dari kesembilan negara tersebut menyatakan, mereka tidak bisa tinggal diam dalam menghadapi pelanggaran mencolok Rusia terhadap hukum internasional. “Kami mendukung Ukraina dalam pertahanannya melawan invasi Rusia, menuntut Rusia untuk segera menarik diri dari semua wilayah pendudukan dan mendorong semua sekutu (NATO) untuk secara substansial meningkatkan bantuan militer mereka ke Ukraina. Semua orang yang melakukan kejahatan agresi harus dimintai pertanggungjawaban dan dibawa ke pengadilan,” kata mereka.

BACA JUGA:
China Klaim Usir Kapal AS di Laut China Selatan


Dalam pernyataannya, mereka pun mendukung keinginan Ukraina untuk bergabung dengan NATO. Kiev diketahui telah secara resmi mengajukan permintaan resmi untuk menjadi anggota NATO pada Jumat (30/9/2022) pekan lalu. Anggota NATO biasanya ragu-ragu menerima keanggotaan baru dari negara yang tengah berkonflik. Sebab jika negara terkait resmi bergabung, NATO berkewajiban membelanya.


Pasal 5 NATO mengatakan, serangan terhadap satu anggota sama saja menyerang semua anggota. Sebanyak empat wilayah Ukraina telah menandatangani perjanjian untuk bergabung dengan Rusia pada 30 September lalu. Presiden Rusia Vladimir Putin berterima kasih kepada rakyat Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia yang telah memilih keputusan tersebut dalam referendum yang digelar pada 23-27 September lalu.

BACA JUGA:
Israel Pecat Dokter yang Berikan Bunga ke Seorang Anak Palestina yang Terluka


“Dalam beberapa hari terakhir, orang-orang di Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia menganjurkan pemulihan persatuan bersejarah kita. Saya berterima kasih,” kata Putin dalam upacara pengesahan bergabungnya empat wilayah tersebut ke Rusia di Grand Kremlin Palace’s St. George’s Hall, dilaporkan laman kantor berita Rusia, TASS.


Pada 23 hingga 27 September lalu, Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia menggelar referendum untuk bergabung dengan Rusia. Moskow mengklaim, sekitar 98 persen pemilih dalam referendum setuju untuk bergabung.


Ukraina dan sekutu Barat-nya menolak hasil referendum tersebut. Mereka menilai referendum itu telah diatur sedemikian rupa hasilnya oleh Moskow. Kendati ditolak dan ditentang, Rusia tetap melanjutkan rencananya untuk “merebut” keempat wilayah itu. Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia mewakili 15 persen dari luas wilayah Ukraina. Jika digabung, luasnya setara dengan luas Portugal. 

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
9 Anggota NATO Tegaskan Tolak Akui Aneksasi Wilayah Ukraina oleh Rusia
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!

Follow us