IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Begini Prospek Harga Emas di Era Suku Bunga Tinggi pada Tahun Depan

Emas Batangan (ilustrasi)
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Harga emas telah jatuh sekitar 20 persen sejak invasi Rusia ke Ukraina.

 NEW YORK — Industri emas diyakini akan mulai pulih pada tahun depan, meskipun dunia telah memasuki era suku bunga lebih tinggi, menurut survei industri emas batangan seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (19/10/2022).


Delegasi yang berkumpul di Lisbon untuk konferensi tahunan London Bullion Market Association memperkirakan, harga emas akan naik menjadi 1.830,50 dolar AS per ons pada tahun depan. Harga itu naik sekitar 10 persen di atas level saat ini. Survei tersebut mencakup para pedagang, penyuling, dan penambang top dunia.


Tercatat, harga emas telah jatuh sekitar 20 persen sejak mendekati rekor terendag pada bulan Maret setelah invasi Rusia ke Ukraina. Kebijakan moneter yang lebih ketat, terutama oleh Federal Reserve AS, telah membebani logam mulia yang tidak dikenakan bunga.

BACA JUGA:
Komut Bank Aceh, Taqwallah: UMKM Pilar Penting Akselerator Perekonomian


Namun, beberapa investor meemegang emas sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan ekonomi yang lebih luas. Dari mulai dampak perang di Ukraina hingga lockdwon Covid-19 di China.


Adapun, untuk harga perak diprediksi akan booming 50 persen selama periode yang sama. Hal itu berdasarkan perkiraan rata-rata delegasi LBMA yang disurvei.

BACA JUGA:
Negara OKI Defisit Perdagangan Produk Halal Hingga 63 Miliar Dolar AS

Sumber: Republika

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Begini Prospek Harga Emas di Era Suku Bunga Tinggi pada Tahun Depan
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!