IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Merasa Ada Tekanan untuk Percepat KLB, Anggota Exco PSSI Ungkap Penyebabnya

Sejumlah warga dan suporter Arema FC (Aremania) membawa spanduk dan poster saat unjuk rasa di depan Balai Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (27/10/2022). Selain menuntut penuntasan kasus tragedi Kanjuruhan yang transparan dan adil, mereka juga meminta pihak terkait pelaksana liga yakni PSSI dan pemegang hak siar pertandingan Arema FC lawan Persebaya turut bertanggung jawab dalam tragedi yang menewaskan 135 orang tersebut.
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

KLB akan digelar bila semua syarat telah terpenuhi.

 JAKARTA — Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hasani Abdulgani mengakui ada tekanan kepada pihaknya untuk mempercepat pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan petinggi baru PSSI. “Tekanan pasti ada, tetapi bukan ditekan seperti ditodong pistol,” ujar Hasani kepada Antara di Jakarta, Senin (31/10/2022).


Dia menegaskan bahwa tekanan tersebut datang dari situasi dan bukan dari pihak-pihak tertentu. Peristiwa berdarah di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 135 orang dan melukai ratusan lainnya, membuat PSSI berada di posisi mesti melakukan sesuatu atas nama kemanusiaan.


Hal itulah yang membuat Exco PSSI memutuskan untuk menggelar KLB pemilihan lebih awal dari waktu normal yaitu November 2023.


“Sebagai manusia, kami sedih dengan kejadian tersebut. Karena itu, kami (Exco PSSI-red) berpikir, daripada menunggu sampai masa kerja kami habis pada November 2023, lebih baik dipercepat saja biar suasana reda. KLB ini dilakukan untuk kemanusiaan,” tutur Hasani.


PSSI memutuskan untuk mempercepat pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan ketua umum serta anggota Exco baru, yang normalnya akan digelar pada November 2023, setelah menggelar rapat darurat pada Jumat (28/10/2022) malam di Kantor PSSI, Jakarta.


Desakan kepada PSSI untuk segera menggelar KLB awalnya datang dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dibentuk Pemerintah Indonesia menyusul terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan.


TGIPF, dalam dokumen yang dikeluarkan pada 14 Oktober 2022 itu, merekomendasikan supaya jajaran Exco PSSI, termasuk Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya ratusan korban, baik meninggal maupun luka-luka, akibat peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.


Untuk itu, tim yang diketuai Menkopolhukam Mahfud MD tersebut mengusulkan agar PSSI melaksanakan KLB agar dapat memilih anggota Exco baru, yang di dalamnya termasuk ketua umum dan wakil ketua umum.


KLB pemilihan PSSI tersebut rencananya digelar pada Maret 2023.

sumber : Antara

Sumber: Republika

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Merasa Ada Tekanan untuk Percepat KLB, Anggota Exco PSSI Ungkap Penyebabnya
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!