IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Pustakawan Harus Beradaptasi Hadapi Gelombang Disruptif

Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI), menggelar Konferensi Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (KPPTI) ke-1 tahun 2022 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Pustakawan dan perpustakaan perguruan tinggi didorong melakukan inovasi.

 JAKARTA — Profesi kepustakawanan ke depan akan menghadapi gelombang perubahaan (disruptif) yang menuntut setiap pustakawan harus beradaptasi. Pustakawan juga harus membuat inovasi untuk berperan dalam gelombang tersebut.  


Ketua Umum Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Pusat, Mariyah, mengatakan kemampuan melakukan inovasi dan adaptasi di era disruptif ini tidak muncul begitu saja. Sangat diperlukan kemauan untuk meningkatkan kompetensi baik secara invidual maupun secara kolegial. 


Peningkatan kompetensi dengan menumbuhkan konsep belajar secara berkelanjutan harus didukung juga dengan media pengembangan kompetensi pustakawan, seperti konferensi, seminar, training, workshop bahkan kesempatan melakukan studi banding. “Penulisan ilmiah atau kegiatan apapun yang memiliki fokus pada pengembangan kompetensi secara kontekstual dan up to date,” ujar akademisi dari Universitas Indonesia ini saat membuka Konferensi Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (KPPTI) ke-1 tahun 2022 di Lombok.

BACA JUGA:
Kejar Prestasi di Bidang Nonakademik, tidak Berarti Mengabaikan Perkuliahan


Pustakawan dan perpustakaan perguruan tinggi sebagai lembaga didorong melakukan inovasi. Misalkan saja, penyediaan ruang belajar maya, virtual atau metaverse hingga meningkatkan profesionalitasnya.


Konferensi digelar bekerja sama dengan FPPTI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UIN Mataram, Adi Fadli, mengatakan perpustakaan sebagai jantungnya perguruan tinggi harus menerapkan ICT (Information and Communication Technology) dalam pengelolaannya. 

BACA JUGA:
Unika Atma Jaya Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Ekonomi dan Psikologi


Adapun Ketua Forum Rektor Indonesia 2022, Panut Mulyono, yang turut diundang sebagai keynote speaker menyampaikan pustakawan perguruan tinggi memiliki peran strategis mendukung lembaganya untuk melakukan berbagai inovasi dan perubahan.


Konferensi pertama yang diselenggarakan selama tiga hari ini dihadiri 138 pustakawan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai provinsi. Konferensi menyajikan berbagai kegiatan seperti MoU dan Perjanjian Kerja Sama antara perguruan tinggi peserta KPPTI dengan Perpustakaan Nasional, seminar nasional, seminar internasional, dan beberapa workshop mengenai perpustakaan dan pustakawan perguruan tinggi. 


 


 


 

Sumber: Republika

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Pustakawan Harus Beradaptasi Hadapi Gelombang Disruptif
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!