IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Ditopang Saham Teknologi, IHSG Terbang 1,76 Persen di Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (11/11). IHSG melompat ke level 7.089,20 atau menguat 1,76 persen setelah sempat jatuh dalam pada perdagangan kemarin.
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

IHSG mencatat kenaikan ditopang saham finansial, barang baku dan teknologi

 JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (11/11). IHSG melompat ke level 7.089,20 atau menguat 1,76 persen setelah sempat jatuh dalam pada perdagangan kemarin. 


Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan pergerakan IHSG sejalan dengan indeks saham di Asia sore ini yang ditutup naik tajam setelah laju inflasi AS melambat lebih cepat dari ekspektasi. 


“Ini membangkitkan harapan bank sentral AS (Federal Reserve) mungkin memperlambat rencana kenaikan suku bunga acuan,” tulis Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Jumat (11/11).

BACA JUGA:
Ekspansi Pasar LNG, Pertamina Resmi Gandeng NYK Jepang


Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang terbang 5,33 persen. Ini menjadi kenaikan harian terbesar sejak Maret 2020, namun secara Year-to-date masih anjlok 23 persen.


Data memperlihatkan inflasi (CPI) AS naik 7,7 persen YoY di bulan Oktober. Ini adalah kenaikan di bawah 8 persen pertama sejak bulan Februari dan tingkat inflasi terendah sejak Januari. Akibatnya, investor memburu aset-aset berisiko seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar AS dan penurunan imbal hasil surat utang ke level terendah dalam lima minggu.


Investor juga menyambut baik langkah Pemerintah China melonggarkan kebijakan COVID, termasuk memperpendek masa karantina menjadi hanya dua hari dari tujuh hari bagi orang dengan kontak erat dan wisatawan asing.


Lebih lanjut, Pemerintah China memperbaharui kategori wilayah berisiko COVID dengan membagi dua antara berisiko tinggi (high risk) dan berisiko rendah (low risk) dan menghapus kategori berisiko menengah (medium risk). Ini adalah sebuah usaha untuk meminimalkan jumlah orang yang terdampak kebijakan Lockdown.

BACA JUGA:
Ekonomi Global Masih Suram, Jokowi Minta Jaga Stabilitas Politik


Berikut beberapa data perdagangan yang dihimpun Phillip Sekuritas Indonesia:


Sektor Penopang


Finansial                              : +20.452  Poin


Barang Baku                        : +14.753  Poin


Teknologi                             : +10.927  Poin


Top Gainers:


ARTO  :5,675  | +1125| +24.73%


BYAN  :73,100 | +800 | +1.11%


STTP  :8,275  | +550 | +7.12%


MDKA  :4,450  | +350 | +8.54%


INCO  :7,425  | +325 | +4.58%


Top Losers:


ITMG  : 37,550| -2825| -7.00%


GGRM  : 21,325| -700 | -3.18%


UNTR  : 29,000| -400 | -1.36%  


JECC  : 4,470 | -300 | -6.29%


FISH  : 6,925 | -275 | -3.82%

Sumber: Republika

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Ditopang Saham Teknologi, IHSG Terbang 1,76 Persen di Akhir Pekan
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!