IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Mewaspadai Kampus Menjadi Poros Penyebaran Moderasi Agama

Ilustrasi Moderasi Agama. FOTO/Dok. Kemenag
Ilustrasi Moderasi Agama. FOTO/Dok. Kemenag
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Penulis: Ismalisa, S.Pd.I**

ISLAM adalah agama yang dibawa oleh sosok mulia baginda Nabi besar Muhammad Saw. Agama fitrah, lengkap dan sempurna. Islam adalah agama yang cocok untuk semua masa dan tempat. Syariatnya diciptakan oleh Allah Sang pencipta manusia, yang Maha mengetahui segala bentuk persoalan manusia, baik besar maupun kecil, tampak maupun tersembunyi.

Allah SWT berfirman,

“Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk mu agama mu, dan telah Ku cukupkan kepada mu nikmat Ku, dan Ku ridhoi Islam itu jadi agama bagi mu,” (QS Al Maidah : 3)

Seiring berkembangnya zaman, terjadinya revolusi industri, umat manusia dipimpin oleh sistem kapitalisme global. Dunia Islam redup, kemurnian ajaran dan seperangkat aturannya kian kabur. Berbagai tuduhan dilontarkan pendengki semisal radikalisme atau intoleran. Sebagai upaya untuk menangkal Islam kaffah dan memuluskan jalan mentransformasi ajaran Islam menuju moderasi agama.

BACA JUGA:
Miras Haram dalam Islam, Kok Disebut Minuman Rasulullah?

Hakikat moderasi agama ialah sebagai penengah antara Islam radikal dan Islam liberal. Adanya issue radikalisme atau intoleran ini telah melahirkan Islam moderat. Islam yang mengambil jalan tengah yakni “tidak ekstrem kanan dan tidak ekstrem kiri”, dengan dalil surah Al Baqarah ayat 143 yang sebenarnya ditafsirkan berlandaskan akal semata, sesuai dengan kepentingan.

Sejatinya pernyataan “Islam tidak ekstrem kanan dan tidak ekstrem kiri” ini merupakan mantra untuk mengubur Islam hakiki, Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw yakni Islam kaffah. Rasulullah Saw telah memerintahkan kepada umatnya untuk berpihak kepada ajaran Islam yang hakiki dan berpegang teguh terhadap kebenaran. Sebab tidak ada “agama tentatif” dan tidak ada kata “netral” dalam beragama atau bias dalam menentukan kebenaran.

Sementara moderasi agama adalah cara baru dalam beragama yang dianggap lebih toleran dan rahmatanlilalamin. Moderasi agama merupakan wajah Islam moderat yang ramah dengan nilai kebarat-baratan, longgar dengan nilai-nilai kemaksiatan serta menjunjung tinggi pluralisme dan HAM. Islam moderat menuntut toleransi antar umat beragama tanpa memperhatikan batasan syariat Islam yang sesungguhnya.

BACA JUGA:
Miras Haram dalam Islam, Kok Disebut Minuman Rasulullah?

Gagasan Islam moderat telah menyebar ke semua kalangan tak terkecuali dunia pendidikan. Kaum intelektual menganggapnya sebagai terobosan baru yang akan mengangkat derajat umat dalam beragama. Sehingga berbagai upaya dilakukan untuk mempromosikan secara besar-besaran wajah moderasi agama melalui kampus kepada masyarakat. Serta dianggap patut untuk diperjuangkan dan dibanggakan.

Baru-baru ini telah dicanangkan program “subuh moderasi” oleh salah satu kampus Islam. Program ini akan memperlebar sayap untuk menyebarkan ide moderasi agama kepada masyarakat luas. Sebelumnya telah berdiri “rumah moderasi beragama” di kampus sebagai pusat untuk menangkal Islam radikal atau intoleran. Seolah-olah persoalan mendesak ditengah masyarakat kampus adalah radikalisme atau intoleran.

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Mewaspadai Kampus Menjadi Poros Penyebaran Moderasi Agama
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!