IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

SMRC: Suara Golkar Melonjak Bila Usung Ganjar Jadi Capres

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menduduki posisi tertinggi dalam survei elektabilitas oleh Indekstat Research and Data Science.
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

SMRC sebut suara Golkar akan melinjak jika mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres.

JAKARTA — Hasil temuan survei eksperimental yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan suara Partai Golkar akan melonjak bila mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024. Bahkan, Ganjar Pranowo akan mengubah peta dukungan partai politik.


Pendiri SMRC Saiful Mujani dalam tayang Youtube SMRC TV yang dipantau di Jakarta, Kamis, mengatakan survei eksperimental yang dilakukan SMRC untuk menilai efek calon presiden terhadap perolehan suara Partai Golkar.


Ada tiga tokoh yang dipilih dan diperlakukan sebagai “treatment”, yakni Airlangga Hartarto, Ganjar, dan Erick Thohir. Airlangga dimasukkan karena dia sebagai ketua partai. Ganjar karena ada diskusi di kalangan Golkar untuk diusung calon.

BACA JUGA:
PSM Gita Swara Sukapura Meriahkan Wisuda Universitas BSI Kampus Tasikmalaya Ke-16


“Sementara Erick adalah politikus nonpartai yang selama ini sudah melakukan sosialisasi. Tokoh-tokoh lain yang sudah dideklarasikan oleh partai lain tidak dimasukkan, seperti Prabowo Subianto dan Anies Baswedan,” kata Saiful dalam Bedah Politik bertajuk “Siapa Capres yang Membantu Menaikkan Golkar?”.


Sebelum melihat efeknya, kata dia, SMRC melihat variabel kontrol terhadap eksperimen, yakni elektabilitas partai politik. Dalam variabel kontrol tersebut, Partai Golkar mendapatkan suara 11 persen dan berada di urutan ketiga setelah PDIP dan Gerindra.


Survei eksperimental ini hanya menggunakan sampel267 sehingga “margin of error”-nya sekitar 6,1 persen. Umumnya “margin of error” survei nasional SMRC sekitar 3 persen.


Di antara Ganjar, Airlangga, dan Erick Thohir, kata Saiful, survei ini menemukan bahwa Ganjar memiliki efek positif pada penguatan suara Golkar.


“Dalam ‘treatment’, pertanyaan kuesioner adalah jika Golkar mencalonkan Ganjar sebagai presiden, maka partai atau calon dari partai mana yang akan dipilih? Dalam simulasi ini, Golkar mengalami penguatan dari 11 persen menjadi 17 persen suara. Kenaikan suara Golkar kurang lebih 6 persen,” ungkap Saiful.

BACA JUGA:
Dusun Kajar Kuning di Lumajang Tertutup Debu APG Semeru Hingga Tiga Meter


Namun ada catatan yang sangat menarik, menurut Saiful, bila Golkar mencalonkan Ganjar, maka suara PDIP menjadi turun dari 25 persen (variabel kontrol) menjadi 18 persen.


Saiful menjelaskan bahwa selama ini, dalam pelbagai survei, PDIP mendapatkan suara selalu melampaui perolehan pada Pemilu 2019. Menurut dia, salah satu unsur suara PDIP tersebut adalah pendukung Ganjar. Jika Ganjar dicalonkan atau pindah ke partai lain, sebagian suara PDIP pindah.


“Kalau Ganjar dicalonkan oleh Golkar, dia mengajak (sebagian) pemilihnya pergi ke Golkar,” kata Saiful.


Jika Golkar mencalonkan Ganjar, kata Saiful, peta kekuatan politik partai mengalami perubahan, di mana Gerindra, PDIP, dan Golkar menjadi berimbang. Dia memberi catatan agar PDIP perlu berhati-hati dengan hasil temuan ini.


“Kalau PDIP ingin menjaga suaranya, mereka harus hati-hati dengan fakta ini. Jangan sampai Ganjar diambil oleh partai lain,” kata Saiful.

sumber : Antara

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
SMRC: Suara Golkar Melonjak Bila Usung Ganjar Jadi Capres
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!