IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Imigrasi Minta UNHCR dan IOM Tak Lari dari Tanggung Jawab Soal Pengungsi Rohingya

Imigrasi Minta UNHCR dan IOM Tak Lari dari Tanggung Jawab Soal Pengungsi Rohingya

JAKARTA – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menyesalkan sikap The United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migrant (IOM) yang tidak mengambil peran untuk penanganan pengungsi yang datang dari luar negeri sehingga keberadaan pengungsi menimbulkan masalah sosial di Indonesia.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Imigrasi, Widodo Ekatjahjana, dalam hal ini menanggapi kasus penolakan pengungsi Rohingnya oleh warga masyarakat di Lhokseumawe, Aceh Utara.

“UNHCR dan IOM harus mengambil peran dalam penanganan pengungsi yang datang dari luar negeri. Jangan lari dari tanggung jawab, hanya memberikan sertifikat pengungsi yang nantinya dengan sertifikat itu para pengungsi bisa seenaknya di sini serta menjadi masalah sosial di Indonesia,” kata Widodo dikutip dari laman resmi Ditjen Imigrasi, Sabtu (26/11/2022).

Widodo mengatakan, bahwa dalam Peraturan Presiden nomor 125 Tahun 2016 tentang penanganan pengungsi dari luar negeri, Imigrasi melalui Rumah Detensi Imigrasi berperan melakukan pendataan melalui pemeriksaan dokumen perjalanan, status keimigrasian, dan identitas.

Selanjutnya petugas Rumah Detensi Imigrasi berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui kantor Komisariat Tinggi Urusan Pengungsi di Indonesia.

Dalam hal penampungan pengungsi yang datang dari luar negeri, Imigrasi berkoordinasi dengan pemerintah daerah kabupaten/kota setempat untuk membawa dan menempatkan pengungsi dari tempat ditemukan ke tempat penampungan.

“Untuk penyediaan hak dasar pengungsi di tempat penampungan atau Community House (CH) seperti penyediaan air bersih, makan, minum, dan pakaian, pelayanan kesehatan, dan fasilitas ibadah merupakan tanggung jawab UNHCR dan IOM secara keseluruhan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe, melaporkan penolakan warga atas kedatangan pengungsi Rohingnya yang berusaha menerobos pintu pagar dengan merusak kunci dan langsung masuk ke ex-kantor Imigrasi Lhokseumawe di Puenteut, tanpa adanya persetujuan.

Warga di wilayah Puentuet yang melihat keramaian dan mengetahui adanya pengungsi Rohingnya yang dibawa langsung berkumpul di lokasi dan menolak adanya kedatangan mereka.

Hingga kini belum ada informasi lebih lanjut terkait penempatan etnis Rohingya tersebut dan masyarakat di Puentuet masih berjaga di depan ex-gedung Kantor Imigrasi untuk mengantisipasi datangnya kembali rombongan pengungsi Rohingya ke wilayah mereka.[]

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
terganggu
Terganggu
0
terkejut
Terkejut
0
parah
Parah
Imigrasi Minta UNHCR dan IOM Tak Lari dari Tanggung Jawab Soal Pengungsi Rohingya
Login

Halaman Login/Daftar Harian Aceh Indonesia, jika belum punya akun silahkan buat akun sekarang untuk memanfaatkan keistimewaannya, dan sepenuhnya gratis!