IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Siapa Bilang Vape tak Berbahaya? Dokter Justru Ungkap Fakta Sebaliknya

Siapa Bilang Vape tak Berbahaya? Dokter Justru Ungkap Fakta Sebaliknya

Sekitar 30 kali isapan vape bisa mencapai kadar nikotin 1 miligram.

JAKARTA — Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Erlina Burhan mengatakan, toksisitas rokok elektrik atau vape pada tubuh penggunanya adalah suatu hal yang nyata, antara lain karena kandungan nikotin dan logam di dalamnya.

“Ujung-ujungnya akan menimbulkan inflamasi atau peradangan di paru, saluran napas, bisa kemudian memengaruhi kerja jantung, kerusakan sel dan karsinogen,” kata Ketua Satgas Covid-19 PB IDI itu secara daring, Sabtu (14/1/2023).

Rokok elektrik merupakan suatu alat yang berfungsi seperti rokok, namun dalam penggunaannya tidak membakar daun tembakau, melainkan mengubah cairan menjadi uap. Rokok konvensional apabila dibakar menghasilkan asap, sementara rokok eletrik bila dipanaskan maka menghasilkan uap kemudian dihisap ke saluran napas sampai ke paru-paru.

Erlina menyebutkan, rokok elektrik yang juga dikenal dalam berbagai nama seperti vapour, e-cig, e-juice, e-liquid, personal vaporizer (pv), e-cigaro, green cig, dan lainnya, mengandung kadar nikotin umumnya sekitar 14,8 – 87,2 mg/ml pada cairan. Sementara menurut analisis Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), dalam 100 cc hisapan rokok terdapat 26,8-43,2 mikrogram nikotin.

BACAAN LAIN:
Maraknya Kabar Penculikan Anak Bikin Cemas, Orang Tua Harus Bagaimana?

“Saat seseorang menghirup 30 kali isapan itu bisa mencapai kadar nikotin 1 mg, sama seperti yang dihantarkan satu rokok konvensional. Kita tahu orang menghirup berkali-kali,” sebut Erlina.

Nikotin, berdasarkan The New England Journal of Medicine, dikatakan dapat menyebabkan adiksi. Selain nikotin, kandungan lainnya dalam vape berupa propylene glikol dan gliserin yang dapat mengiritasi saluran napas dan paru.

BACAAN LAIN:
Lagi Diet? Berikut Ini Makanan Tinggi Karbohidrat yang tak Membuat Gemuk

Ada juga bahan-bahan logam yakni heavymetals yang dapat menginflamasi paru, jantung, merusak sel dan bersifat karsinogen, kemudian formaldehide, aldehyde, particulate matter (PM), nitrosamin, serta silikat dengan dampak serupa pada tubuh.”Semuanya sifatnya toksik dan dalam jangka panjang akan bersifat karsinogen, artinya menimbulkan kanker,” tegas Erlina.

Dia merujuk data pada Juli 2020, mengungkapkan jumlah pengguna elektrik di Indonesia sekitar 2,2 juta orang dan angka ini memiliki kemungkinan akan terus bertambah. “Ada kekhawatiran kita dengan ada rokok elektrik, biasanya disebut vape, banyak yang memulai pakai, biasanya kalangan muda,” kata dia.

sumber : Antara

Sumber: Republika

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
terganggu
Terganggu
0
terkejut
Terkejut
0
parah
Parah
Siapa Bilang Vape tak Berbahaya? Dokter Justru Ungkap Fakta Sebaliknya
Login

Halaman Login/Daftar Harian Aceh Indonesia, jika belum punya akun silahkan buat akun sekarang untuk memanfaatkan keistimewaannya, dan sepenuhnya gratis!