IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Dinas Pendidikan Pekanbaru Larang Murid Main Lato-lato di Sekolah

Sejarah Lato-Lato yang Kini Viral Ternyata Berasal dari Amerika Serikat

Lato-lato bisa mengurangi frekuensi anak bermain gim menggunakan gawai.

PEKANBARU–Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, melarang murid bermain lato-lato di sekolah. Hal ini dilakukan dalam upaya mewujudkan lingkungan yang kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan pengumuman mengenai larangan bermain lato-lato di sekolah telah disampaikan secara lisan dalam pertemuan dengan para kepala sekolah maupun para guru. Menurut dia, dinas juga bisa mengeluarkan surat edaran mengenai larangan bermain lato-lato di sekolah jika diperlukan.

Dia menyampaikan bahwa sekolah merupakan tempat kegiatan belajar mengajar, karenanya siswa dilarang membawa dan bermain lato-lato di lingkungan sekolah. Selain itu, ia melanjutkan, penggunaan mainan lato-latoselain menimbulkan suara bising juga bisa membahayakan kalau sampai melenting dan mengenai orang atau kaca di bangunan sekolah.

“Sudah kita sampaikan juga bahwa memang permainan ini juga kan berbahaya. Guru-guru pasti juga sudah menyampaikan hal ini kepada siswa-siswanya. Kita tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya, di Pekanbaru, Ahad (15/1/2023).

BACAAN LAIN:
Lemkapi: Kapolda Respons Keresahan Publik Soal Kecelakaan Mahasiswa UI

Dia juga mengimbau orang tua murid mengawasi anak-anak mereka saat bermain lato-lato di lingkungan sekitar rumah.

“Kita juga butuh perhatian dari orang tua, kalau memang ini membahayakan orang tua tolong ingatkan anaknya. Tapi yang jelas kalau kita jaminannya di sekolah kalau jam belajar tak boleh bermain. Jangankan main lato-lato, bermain lainnya juga tak boleh kalau waktunya belajar,” katanya.

BACAAN LAIN:
Bappenas Targetkan 1,6 Juta Hektare Lahan Gambut Terdegradasi Dipulihkan

Meski demikian, Jamal mengemukakan bahwa lato-lato juga mendatangkan manfaat positif pada anak. Menurut dia, kehadiran mainan itu bisa mengurangi frekuensi anak bermain gim menggunakan gawai dan mendorong anak-anak kembali bermain dan berinteraksi dengan kawan-kawannya.

“Karena selama ini kita tengok anak-anak kita ini sibuk dengan gadget (gawai) saja, game. Jadi ada juga segi positifnya. Saya lihat di mana-mana, pekarangan rumah, itu sudah mulai keluar anak itu bermain. Jadi berinteraksi lah dengan teman-temannya,” kata dia.

sumber : Antara

Sumber: Republika

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
terganggu
Terganggu
0
terkejut
Terkejut
0
parah
Parah
Dinas Pendidikan Pekanbaru Larang Murid Main Lato-lato di Sekolah
Login

Halaman Login/Daftar Harian Aceh Indonesia, jika belum punya akun silahkan buat akun sekarang untuk memanfaatkan keistimewaannya, dan sepenuhnya gratis!