Selasa, 23/04/2024 - 20:26 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Opsi Uni Eropa, Rangkul atau Putus dari China

ADVERTISEMENTS

Von der Leyen menilai China membuat terobosan terkait inovasi teknologi bersih.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

DAVOS – Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan pilihan untuk Uni Eropa (UE) soal China. Intinya, rangkul atau putus sama sekali dari China di tengah persaingan sengit blok tersebut dengan kekuatan ekonomi kedua dunia. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Menurut von der Leyen, UE perlu bekerja dan berdagang dengan China dalam teknologi bersih dan mendorong kermitraan daripada putus hubungan dari China. Sejumlah alasan ia paparkan dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (17/1/2023). 

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

China, menurut dia, telah membuat terobosan terkait inovasi teknologi bersih dan membuat prioritas utama dalam rencana lima tahun mereka. China pun dominan dalam sejumlah sektor seperti kendaraan listrik dan panel surya.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Kemendag: Harga CPO Naik Dipengaruhi Minyak Nabati di China dan AS

Persaingan dalam teknologi bersih mesti dilakukan pada tingkatannya. Beijing, mendorong perusahaan energi untuk relokasi ke China dijanjikan harga murah, upah tenaga kerja lebih rendah, dan regulasi lunak. Mereka, menyubsidi serta membatasi akses bagi perusahaan UE.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

‘’Kita masih perlu bekerja dan berdagang dengan China. Khususnya saat kita tiba pada fase transisi ini. Maka, kita perlu fokus pada upaya mengurangi risiko daripada putus dari China,’’ kata von der Leyen seperti dilansir The Straits Times.

Artinya, jelas dia, gunakan perangkat dagang dan pertahanan domestik yang dimiliki UE. Misalnya, regulasi subsidi asing yang saat ini berlaku. ‘’Kita tak akan ragu membuka investigasi jika memandang pengadaan kita atau pasar lainnya terdistorsi subsidi semacam itu,’’ ujarnya. 

Berita Lainnya:
Norwegia Siap Akui Negara Palestina Merdeka

Von der Leyen menyatakan pula, UE mempersiapkan aturan yang membuat industri hijau berjalan mulus. Selain itu, mendukung industri ini dengan apa yang ia sebut ‘’state aid’’ serta European Sovereignty Fund agar perusahaan di sektor ini tak pindah ke AS dan China.

Langkah-langkah di atas bakal menjadi bagian dari rencana industri EU’s Green Deal, demi mewujudkan Eropa rumah bagi teknologi dan inovasi industri bersih. Sehingga rencana nol misi pada 2050 dapat tercapai. n

 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi