Kamis, 25/04/2024 - 13:35 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Anak Lahir Terlanjur Stunting Bisa Pulih Asalkan Lakukan Ini

ADVERTISEMENTS

Anak stunting masih bisa dikejar selama masih di bawah usia 2 tahun

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

JAKARTA — Anak yang lahir dengan kondisi mengalami kekerdilan (stunting) masih bisa pulih dan dikejar pertumbuhannya. Caranya dengan menyiapkannya di fase 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Tim Stunting Universitas Yarsi, dokter Yusnita menjelaskan, salah satu ukuran stunting adalah panjang anak ketika lahir. “Anak-anak yang lahir dengan panjang 48 sentimeter (cm) termasuk stunting,” ujarnya, ditulis Jumat (27/1/2023).

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Oleh karena itu, ia meminta pencegahan dilakukan sejak perempuan hamil. Bahkan, harus disiapkan sejak remaja, pada saat hamil juga mempersiapkannya sehingga pada saat lahir tidak berisiko stunting.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Pimpin Rakor TPPS, Mellani Subarni Gerak Cepat Turunkan Stunting di Aceh

Kalaupun sudah lahir terlanjur stunting, ia menyebutkan umur yang krusial adalah di 1.000 HPK. Artinya itu saat perempuan ini hamil kemudian sampai sang anak berusia 2 tahun.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Ia mengungkap penelitian menyebutkan bahwa anak-anak stunting di bawah 2 tahun kemudian pertumbuhannya diupayakan supaya tinggi tubuhnya bisa terkejar hingga sebelum 2 tahun maka dia bisa kembali ke normal. Baik pertumbuhan fisiknya maupun pertumbuhan tumbuh kembang kognitifnya bisa sama seperti anak-anak yang tidak stunting.

“Tetapi kalau sudah lebih dari 2 tahun maka kemungkinan untuk mencapai tinggi yang sama dengan anak yang tidak stunting akan lebih rendah. Jadi, agak sulit kembali ke normal,” ujarnya.

Berita Lainnya:
Bali Raih Prevalensi Stunting Terendah se-Indonesia

Artinya, dia melanjutkan, tinggi anak yang stunting dan tidak bisa terkejar fase 1.000 HPK nya maka tingginya tidak akan tercapai seperti anak yang normal. Tetapi untuk kognitifnya masih bisa diselamatkan. Syaratnya, dia melanjutkan, asupan makanannya yang baik dan ada stimulasi untuk pertumbuhannya, misalnya stimulasi bermain, stimulasi untuk motorik kasar, hingga motorik halus.

“Kuncinya adalah memastikan on the track lagi sebelum 2 tahun. Kalau sudah terlanjur 2 tahun maka pastikan selain asupan makanan yang lebih baik, dia juga dapat stimulasi,” katanya.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi