Jumat, 24/03/2023 - 03:41 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

UPDATE TERBARU

EKONOMIPERTANIAN

Sebanyak 203 ton pisang Sulbar dipasarkan ke Kaltim

Pisang menjadi komoditas kebanggan masyarakat Sulbar.

 MAMUJU — Sebanyak 203 ton pisang di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dipasarkan ke wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2022.

Analis Perkarantinaan Tumbuhan Karantina Pertanian Mamuju Rahmawati di Mamuju, Sabtu mengatakan Karantina Pertanian Mamuju mencatat sepanjang 2022 pisang dari Sulbar telah dipasarkan ke Provinsi Kaltim.

Selain pisang, sebanyak 115 ton kelapa juga telah dipasarkan ke Provinsi Kaltim.

Menurut dia, Karantina Pertanian Mamuju senantiasa mendukung pemenuhan kebutuhan buah pisang dan kelapa di Kalimantan Timur.

BACAAN LAIN:
Erick: Jasa Marga Konsolidasi Kekuatan di Tol Transjawa

“Di wilayah kerja Pelabuhan Laut Mamuju, Karantina Pertanian Mamuju telah menerbitkan sertifikat domestik keluar terhadap buah pisang sebanyak 203 ton dan buah kelapa sebanyak 115 ton yang dipasarkan Ke Kaltim tersebut,” katanya.

Sebelum menerbitkan sertifikat, telah dilakukan tindakan karantina terlebih dahulu untuk memastikan tidak terdapat hama penyakit tumbuhan pada buah pisang dan kelapa yang dipasarkan itu.

Rahmawati menjelaskan tindakan karantina yang dimaksud adalah pemeriksaan fisik secara visual dan administrasi untuk memastikan kesesuaian jenis dan jumlah fisik dengan permohonan yang terlampir.

Ia juga mengatakan pada awal tahun ini kembali diberangkatkan sebanyak 2,9 ton pisang dan 1,5 ton buah kelapa untuk dipasarkan di Provinsi Kaltim.

BACAAN LAIN:
Jelang Ramadhan, KPPU Dorong Distribusi Minyak Goreng Rakyat Capai Target DMO

“Pisang dan kelapa yang dipasarkan tersebut juga telah melakukan karantina dan setelah dilakukan pemeriksaan fisik juga tidak terdapat hama dan penyakit dan dianggap sehat dan layak diberangkatkan ke Provinsi Kaltim,” katanya.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi
Click to Hide Advanced Floating Content

Click to Hide Advanced Floating Content