Selasa, 21/03/2023 - 17:31 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

UPDATE TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Terus Bertambah, Jumlah Korban Tewas Gempa Turki Tembus 500 Jiwa

Turki berada di atas garis patahan utama dan sering dikoyak gempa.

 ANKARA – Jumlah korban tewas akibat gempa Turki telah menembus lebih dari 500 orang. Dari total korban tersebut, lebih dari 200 di antaranya berada di Suriah. Sebab gempa turut mengguncang negara yang sudah mengalami krisis kemanusiaan akibat perang sipil selama sekitar 12 tahun tersebut.

Dilaporkan CNN, menurut Wakil Presiden Turki Fuat Oktay, sejauh ini gempa bermagnitudo 7,8 yang mengguncang negaranya pada Senin (6/2/2023) pagi sekitar pukul 04:00 waktu setempat, telah menyebabkan 284 orang tewas. Sementara jumlah korban luka melampaui 2.300 orang.

BACAAN LAIN:
Beli Kapal Selam tak Buat Australia Berjanji Dukung AS di Konflik Taiwan

Sementara itu, laporan media pemerintah Suriah, Syrian Arab News Agency (SANA) mengungkapkan, jumlah korban tewas di negaranya akibat gempa yang berpusat di Nurdagi, Provinsi Gaziantep, Turki, telah mencapai 237 jiwa. Sementara korban luka lebih dari 630 orang. Wilayah Suriah yang terdampak gempa antara lain Damaskus, Hama, Idlib, dan Aleppo. Sejumlah bangunan runtuh di wilayah-wilayah tersebut.

Jumlah korban tewas dan luka diperkirakan masih akan terus bertambah. Sebab saat ini operasi pencarian korban yang tertimbun reruntuhan masih berlangsung.

BACAAN LAIN:
Arab Saudi Bawa Persaingan AS dan Cina ke Timur Tengah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, tim evakuasi dan penyelamat telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak gempa di negaranya. “Kita berharap dapat melewati bencana ini bersama-sama secepat mungkin dan dengan kerusakan yang paling sedikit,” tulis Erdogan di akun Twitter pribadinya.

Turki berada di atas garis patahan utama dan sering dikoyak gempa. Negara tersebut pernah mengalami gempa dahsyat pada 1999. Kala itu, korban tewas mencapai 18 ribu orang.

sumber : AP

Sumber: Republika

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi
Click to Hide Advanced Floating Content

Click to Hide Advanced Floating Content