Minggu, 19/05/2024 - 05:58 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Uni Eropa Sebut Putin Menyerang Ukraina Tanpa Alasan

Prajurit Ukraina menembak ke arah posisi Rusia di garis depan dekat Kherson, Ukraina selatan, Rabu, 23 November 2022.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

 JAKARTA — Perwakilan Parlemen Eropa mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin yang melakukan agresi ke Ukraina tanpa alasan adalah satu-satunya pihak yang bertanggung jawab untuk agresi tersebut. “Putin memulai perang ini tanpa alasan, sama sekali tidak dibenarkan, dan sepenuhnya keputusan ada di tangan Putin untuk menghentikan perang ini,” kata David McAllister, anggota Parlemen Eropa dari Jerman, dalam arahan pers di Jakarta, Rabu (22/2/2023).

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

McAllister mengatakan, kondisi untuk melakukan negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina untuk menghentikan perang tidak ada karena Rusia terus mengirim pasukan dan menyerang kota-kota di Ukraina. Ia mengemukakan bahwa Ukraina sekarang membutuhkan amunisi, artileri jarak jauh, dan tank perang modern produksi Barat untuk mempertahankan Ukraina.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses ada Pelantikan Direktur PT PEMA dan Kepala BPKS
Berita Lainnya:
Di Usia 71 Tahun, Vladimir Putin Dilantik Sebagai Presiden Kelima Kalinya

“Karena itu kami menyambut AS, Inggris, Jerman dan sekutu lainnya yang memberikan bantuan tank pada pasukan Ukraina,” ujar McAllister.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah

Sebelumnya, Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgina Vorobieva dalam arahan pers di Jakarta pekan lalu, mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan Rusia adalah tindakan melindungi Luhansk dan Donetsk dari serangan militer Ukraina.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Intelijen AS: Putin tak Perintahkan Pembunuhan Navalny

Dubes Lyudmilla melanjutkan, tidak ada keinginan dan usaha dari Kiev dan Barat untuk memenuhi Perjanjian Minsk 2014 mengenai integrasi Luhansk dan Donetsk, yang biasa disebut Donbas, ke Ukraina.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Rusia juga mengatakan bahwa Ukraina yang lebih dulu menarik diri dari perundingan damai di Turki tahun lalu setelah mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengunjungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Rusia beranggapan bahwa Barat tidak berkeinginan menghentikan konflik antara Rusia dan Ukraina.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

sumber : Antara

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi