Jumat, 09/06/2023 - 01:39 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIFINANSIAL

Pupuk Indonesia Ungkap Alasan Produksi NPK Subsidi tak Penuhi Kebutuhan Nasional

PT Pupuk Indonesia (Persero) tak menampik produksi NPK subsidi saat ini belum mencukupi kebutuhan petani nasional. Hal ini dikarenakan kapasitas produksi dan kuota yang ditetapkan pemerintah.

 JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) tak menampik produksi NPK subsidi saat ini belum mencukupi kebutuhan petani nasional. Hal ini dikarenakan kapasitas produksi dan kuota yang ditetapkan pemerintah.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menjelaskan saat ini kapasitas produksi PI untuk NPK subsidi sebesar 3,1 juta-3,2 juta ton. Hal ini tidak mencukupi kebutuhan NPK petani sebesar 13,5 juta ton.

BACAAN LAIN:
Pengamat: Inovasi Teknologi Digital Bantu Lindungi Pekerja Ekonomi Gig

“Kebutuhan subsidi pemerintah ya sekitar itu. Jadi artinya aktara kapasitas yang dimiliki Pupuk Indonesia dengan kapasitas kebutuhan pupuk NPK subsidi itu kan matching aja,” kata Bakir, Kamis (30/3/2023).

Namun, kata Bakir, Pupuk Indonesia sedang melakukan penambahan kapasitas produksi dengan perbaikan pabrik. Beberapa pabrik dikonversi untuk bisa memproduksi NPK baik subsidi maupun non subsidi.

“Saat ini, Petrokimia sedang mengkonversi pabrik lama mereka sehingga bisa menghasilkan produk pupuk NPK. Mudah-mudahan selesai tahun depan. Untuk tambah kapasitas. Kita kan tambah kapasitas terus,” tambah Bakir.

BACAAN LAIN:
Daging Ayam Mulai Naik, Zulhas: Sudah Tiga Bulan Peternak Rugi

Soal produksi NPK Subsidi, Bakir juga menambahkan Pupuk Indonesia tidak bisa serta merta menaikan produksi tanpa ada arahan pemerintah. Apalagi, hal ini juga sejalan dengan strategi pemerintah dalam ketahanan pangan.

“Kalau itu jadi tergantung pemerintah. Kalau pemerintah bilang NPK akan tambah jumlah subsidi, ya kami tembah. Kalau memang pemerintah mau untuk (tambah) subsidi ya kita ikuti,” tambah Bakir.

Sumber: Republika

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi
Click to Hide Advanced Floating Content

Click to Hide Advanced Floating Content