Rabu, 24/07/2024 - 06:41 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Tanya Jawab Seputar Puasa Syawal, Bolehkah Menggabung dengan Qadha Ramadhan?

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2024 dari Bank Aceh Syariah

JAKARTA — Umat Muslim dianjurkan melanjutkan ibadah puasa selama Ramadhan dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Nabi SAW bersabda, “Siapa yang puasa di bulan Ramadhan, lalu disertai selanjutnya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti puasa seumur hidup.” (HR Muslim)

ADVERTISEMENTS
Selamat ulang tahun ke-57 Bapak Bustami, S.E., M.Si, Penjabat Gubernur Aceh

Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Siapa yang melaksanakan puasa selama satu bulan Ramadhan, kemudian disertai dengan puasa enam hari (Syawal) setelah Idul Fitri, maka akan diganjar pahala puasa satu tahun. Sedangkan siapa yang mengerjakan satu amal kebaikan, diganjar sepuluh kebaikan.” (HR Ibnu Majah dan An-Nasa’i)

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa 2024

Ada tiga pertanyaan yang sering diajukan seputar puasa Syawal, lengkap dengan jawabannya berikut. Pertanyaan ini berkaitan dengan hukum terhadap berbagai aspek yang terkait dengan puasa Syawal, dilansir di Masrawy.

ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses atas Perpanjangan masa Jabatan Muhammad Iswanto sebagai Pj Bupati Aceh Besar dari Bank Aceh Syariah

Tanya Jawab Seputar Puasa Syawal

1. Apa hukum puasa syawal padahal ada puasa Ramadhan yang harus diganti?

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah dari Bank Aceh Syariah

Dalam penjelasannya, pengurus fatwa pada Akademi Riset Islam Mesir membedakannya dengan dua keadaan. Keadaan pertama yaitu ketika masih tersisa banyak hari-hari di bulan Syawal.

Berita Lainnya:
Mengapa Abu Bakar Tetap Takut Berdosa Meski Sudah Dijamin Masuk Surga?
ADVERTISEMENTS
Selamat HUT Bhayangkara ke-78 tahun dari Bank Aceh Syariah 2024

Dalam kondisi demikian, seorang Muslim yang masih punya utang puasa harus terlebih dulu melunasi utang puasa Ramadhan tersebut, baru kemudian puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Hal ini karena kewajiban itu lebih diutamakan dari sunnah.

ADVERTISEMENTS
Wifi Gratis untuk Rekening Baru di Bank Aceh Syariah

Keadaan kedua, ketika tersisa enam hari bulan Syawal. Dalam keadaan ini, seorang Muslim diutamakan lebih dulu melakukan puasa Syawal terlebih dulu karena sisa hari di bulan Syawal yang semakin sempit.

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh Syariah Salurkan 212 Ekor Hewan Kurban kepada Warga Aceh 2024

2. Apa hukum menggabungkan puasa Syawal dengan puasa qadha Ramadhan?

ADVERTISEMENTS
Sukseskan Hari Indonesia Menabung (HIM) dari Bank Aceh Syariah - 1 Juli 2024

Sebagian Muslim mungkin masih ada yang punya utang puasa Ramadhan karena suatu alasan syar’i, sehingga perlu diganti atau diqadha. Namun bolehkah menggabungkan puasa Syawal dengan puasa qadha Ramadhan?

Mantan Mufti Mesir, Syekh Ali Jum’ah menjelaskan seorang Muslim boleh berniat melaksanakan puasa Syawal dan puasa qadha Ramadhan. Namun, yang paling diutamakan adalah puasa Syawal dan puasa qadha Ramadhan secara terpisah.

Berita Lainnya:
Berjumpa dengan Allah

3. Puasa Syawal enam hari berurutan atau terpisah, lebih utama mana?

Pusat Fatwa Elektronik Internasional Al-Azhar menjelaskan, puasa Syawal boleh dilakukan di waktu kapan saja asalkan jumlahnya enam hari dan dilaksanakan di bulan Syawal. Puasa Syawal ini boleh dimulai setelah Hari Idul Fitri atau 2 Syawal. Juga dibolehkan puasa Syawal dengan enam hari berurutan.

Imam An Nawawi berpendapat, disunnahkan melaksanakan puasa sebanyak enam hari di bulan Syawal, dan melakukannya secara berturut-turut itu lebih baik. Penjelasan ini tercantum dalam kitab Minhaj al Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin.

Sementara itu, Imam Abu Hanifah berpendapat puasa sebanyak enam hari di bulan Syawal lebih baik dilaksanakan secara terpisah-pisah, karena khawatir masyarakat awam akan mengira itu adalah bagian dari puasa yang dipaksakan. Pendapat tersebut ada dalam kitab Maraqi Al Falah bi Imdaad Al Fatah: Syarah Nur Al idah Wa Najat Al Arwah.

Berdasarkan pemaparan pendapat ulama tersebut, seorang Muslim boleh melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal, baik secara berurutan ataupun terpisah.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
Bahagia itu Sederhana dari Bank Aceh Syariah


Reaksi & Komentar

قَالَ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا الكهف [67] Listen
He said, "Indeed, with me you will never be able to have patience. Al-Kahf ( The Cave ) [67] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi