Senin, 15/07/2024 - 12:08 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIENERGI

Stafsus Presiden: Butuh 20 Ribu Charging Station untuk 400 Ribu EV

Pengemudi ojek online mengganti baterai sepeda motor listrik di Swapping Station SPBU Kuningan, Jakarta, Selasa (22/02/202). Pemerintah terus mendorong pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia sekaligus menyiapkan pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang kuat. Ekosistem tersebut terdiri atas kendaraan listrik dan komponen pendukungnya, industri baterai listrik, industri recycling (daur ulang) baterai listrik, jaringan charging station (stasiun pengisian) dan swap battery (penukaran baterai).Prayogi/Republika

JAKARTA — Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI, Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengatakan bahwa untuk mencapai target 400 ribu mobil listrik dibutuhkan sekitar 20 ribu charging station.

“Untuk mencapai target ekosistem kendaraan listrik yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, kami juga menginginkan infrastruktur terus dikerjakan agar bisa memfasilitasi para pemilik kendaraan listrik nantinya,” kata Diaz Faisal Malik Hendropriyono di Cilandak Town Square, Jakarta, Jumat (26/5/2023).

Menurut dia, infrastruktur kendaraan listrik juga diharapkan bisa dikerjakan bersama dan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Perusahaan diminta berperan aktif untuk membangun fasilitas tersebut.

“Artinya, para pengusaha yang lain juga kalau bisa harus ikut aktif dalam membangun infrastruktur EV. Supaya target pemerintah bisa terpenuhi,” harap dia.

Target 400 ribu kendaraan listrik pada tahun 2025 ini sudah diumumkan oleh Kementerian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sedangkan untuk kendaraan listrik di segmen roda dua, pemerintah menargetkan di angka 1,7 juta unit.

Sehingga, peran subsidi untuk kendaraan listrik yang diberikan pemerintah bisa menjadi pemantik masyarakat dalam beralih ke kendaraan listrik.

Menurut dia, peran subsidi yang dihadirkan oleh pemerintah juga bisa membentuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Sehingga, berbagai hambatan yang datang untuk menyuburkan sesuatu hal yang baru pasti akan terjadi salah satunya adalah dari segi harga yang masih terlalu tinggi.

“Hal yang wajar untuk masalah ini, nanti juga kalau sudah ada produksi massal, pastinya kendaraan listrik akan jadi terjangkau,” jelas dia.

Target pemerintah yang getol mendorong keberalihan dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik juga dimaksudkan untuk menghindari ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil.

Hal tersebut juga tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KLBB). Dalam Perpres tersebut disebutkan untuk bisa meningkatkan efisiensi energi, ketahanan energi dan konservasi energi di sektor transportasi.

sumber : Antara

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا الكهف [47] Listen
And [warn of] the Day when We will remove the mountains and you will see the earth prominent, and We will gather them and not leave behind from them anyone. Al-Kahf ( The Cave ) [47] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi