Harian Aceh Indonesia menampilkan berbagai iklan online kepada para pengunjung. Mohon dukungannya untuk membiarkan situs kami ini tetap menayangkan iklan dan dijadikan whitelist di ad blocker browser anda.
EROPAINTERNASIONAL

Antusiasme Pemilih Turki di Pemilu Putaran Kedua Menurun

ISTANBUL — Perubahan nyata terlintas dalam intensitas kampanye saat Turki memasuki pemilu putaran kedua. Untuk pertama kalinya pada Ahad (28/5/2023) esok, pemilih Turki harus kembali pergi ke tempat pemungutan suara untuk memilih pemimpin negara di masa depan.

Banyak pemilih Turki yang tampaknya tidak terlalu antusias dengan pemilu putaran kedua. Hal ini dirasakan oleh Soner Ugurlu (49 tahun) di Istanbul.

“Perasaan yang aneh. Saya merasa pemilu sudah selesai, tapi saya tahu masih ada pemilu lagi pada Ahad,” kata Ugurlu saat dia menyesap teh bersama teman-temannya di lingkungan Tophane, Istanbul, dilaporkan Aljazirah, Jumat (26/5/2023).

“Tentu saja saya akan memilih lagi, tapi rasanya aneh karena semuanya jauh lebih tenang dibandingkan dua minggu lalu,” ujar Ugurlu menambahkan.

 

Banyak pemilih melihat Presiden Recep Tayyip Erdogan kemungkinan menang dalam pemilu putaran kedua. Karena Erdogan berusaha untuk memperpanjang kekuasaannya hingga lima tahun lagi. Hal ini menambah kesan bahwa pemungutan suara kedua antiklimaks.

Berita Lainnya:
Tiga Eks PM Israel 'Keroyok' Teroris Benjamin Netanyahu hingga Tuntut Mundur

Erdogan mengejutkan para jajak pendapat dan komentator dalam pemilu putaran pertama pada 14 Mei. Dalam prediksi sebelumnya, penantang Erdogan dari kubur oposisi, Kemal Kilicdaroglu selalu unggul. Namun ketika pemilu putaran pertama, Erdogan justru unggul dengan 49,2 persen suara. Sementara Kilicdaroglu berada di posisi kedua dengan perolehan 45 persen suara. Karena tidak ada yang melampaui ambang batas 50 persen untuk memenangkan kontes di putaran pertama, maka digelar pemilu putaran kedua.

Ini adalah ketiga kalinya pemilih Turki memilih langsung presiden mereka.  Erdogan memenangkan pemilu pada 2014 dan 2018 di putaran pertama. Melihat dari hasil pemilu putaran pertama dan masifnya dukungan terhadap Erdogan, banyak pendukung oposisi merasa harapan mereka untuk menyingkirkan Erdogan dari kekuasaan telah pupus.  

“Saya sangat berharap sebelum 14 Mei karena sepertinya kami akhirnya akan menyingkirkannya, tetapi sekarang sepertinya dia tidak terkalahkan,” kata Olcay, yang menjalankan toko pakaian di Cihangir, distrik modis di Istanbul.

Berita Lainnya:
AS Serang Fasilitas Iran di Suriah

“Semua orang lelah dengan perjuangan ini. Sulit untuk meningkatkan antusiasme untuk memilih lagi karena sepertinya kesepakatan sudah selesai, tetapi tentu saja, saya akan melakukannya karena itu adalah tugas saya,” ujar Cihangir, yang menolak menyebutkan nama belakangnya.  

Asisten profesor ilmu politik di Universitas Sabanci Istanbul, Berk Esen,  mengatakan demoralisasi oposisi sudah diperkirakan. Menurutnya, Erdogan masih populer kendati di bawah kepemimpinannya Turki mengalami krisis ekonomi dan gempa bumi dahsyat pada Februari lalu.

“Sangat mengecewakan bagi pemilih oposisi bahwa Erdogan masih bisa mendapatkan popularitas yang begitu besar di mata para pemilih. ini juga merupakan kasus bahwa kepemimpinan oposisi dan lembaga pemungutan suara telah meningkatkan ekspektasi pemilih oposisi secara berlebihan,” ujar Esen.

Sumber: Republika

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Click to Hide Advanced Floating Content

Click to Hide Advanced Floating Content