Senin, 26/02/2024 - 06:17 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Sultan Oman Terima Kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia

ADVERTISEMENT

Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said menerima kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolay Patrushev di Muscat, Senin (25/9/2023)

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

MUSCAT – Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said menerima kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolay Patrushev di Muscat, Senin (25/9/2023). Pada kesempatan itu, mereka membahas berbagai isu kawasan dan global.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional

“Saat berada di Muscat, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolay Patrushev diterima oleh Sultan Haitham bin Tariq Al Said dari Oman. Kedua pihak membahas berbagai masalah dalam agenda regional dan internasional, serta prospek pengembangan kerja sama antara Moskow dan Muscat,” kata layanan pers Dewan Keamanan Rusia dalam keterangannya, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS.

ADVERTISEMENT
Berita Lainnya:
Hamas: Israel Telah Kalah Perang, Netanyahu Lalu Buat Opini Sesatkan Rakyatnya Sendiri

Sebelum bertemu Sultan Haitham, Patrushev terlebih dulu mengadakan konsultasi keamanan Rusia-Oman. Patrushev juga sempat membahas berbagai isu terkait kerja sama antara Moskow dan Muscat dengan Menteri Kantor Kerajaan Oman Sultan al-Nua’mani dalam pertemuan terpisah. Selain itu, Patrushev juga bertemu Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Oman Idris Al Kindi.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh

Pada Maret lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan percakapan telepon dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq Al Said. Itu merupakan diskusi telepon pertama antara pemimpin kedua negara sejak pembentukan hubungan diplomatik pada 1985. Panggilan telepon tersebut diprakarsai oleh pihak Oman.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard
Berita Lainnya:
Berapa Penghasilan Zelenskyy Dua Tahun Terakhir?

Kremlin, dalam keterangannya kala itu mengungkapkan, dalam pembicaraannya, Putin dan Sultan Haitham membahas secara menyeluruh keadaan interaksi Rusia-Oman dan prospek hubungan bilateral di masa depan. Selain itu, mereka membahas situasi di Timur Tengah dan sepakat untuk menjaga kontak pribadi serta dialog di berbagai tingkatan.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Pada Juli lalu, para diplomat tinggi Rusia dan Oman mengadakan pertemuan di Moskow. Saat itu Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengatakan Sultan Haitham telah diundang untuk berkunjung ke Rusia.

Hubungan diplomatik antara Uni Soviet dan Kesultanan Oman terjalin pada tahun 1985. Pada tahun 1991, Oman secara resmi mengakui Rusia sebagai negara penerus Uni Soviet.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi