Minggu, 21/07/2024 - 08:41 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

PMN Ajak Milenial Sulsel Jadi Penangkal Hoaks Jelang Pemilu 2024

 KOTA MAKASSAR — Milenial di Sulawesi Selatan (Sulsel) terinspirasi menjadi aktor penangkal hoaks di media sosial jelang Pemilu 2024 setelah mengikuti dialog kepemudaan dari sukarelawan Pemuda Mahasiswa Nusantara (PMN).

Dialog bertajuk ‘Partisipasi dan Peran Pemuda dalam Mengawal Pemilu 2024’ itu diselenggarakan di Warkop Bundu, Jalan Aroepala, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel, Jumat (6/10/2023). 

“Saya jadi ingin menangkal hoaks di sosial media, kemudian kita bisa memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani kita sebagai pemuda,” kata Ibnu Hajar, salah satu pemuda peserta dialog kepemudaan PMN Dukung Ganjar Sulsel.

Dalam dialog kepemudaan tersebut, Ibnu menyebut PMN Dukung Ganjar Sulsel memaparkan bahwa penangkalan hoaks sangat diperlukan untuk menciptakan pesta demokrasi yang kondusif.

Dengan menangkal hoaks juga, kata Ibnu, para pemuda dapat sekaligus memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat, sehingga nantinya Indonesia memiliki sosok pemimpin terbaik yang membawa kemajuan bagi bangsa.

“Tentu dari diskusi ini kita akan implementasikan dalam mengawal pemilu 2024 karena ini adalah hal-hal positif agar pemuda bisa berpartisipasi aktif,” kata Ibnu.

Ibnu pun mengajak para pemuda di Sulsel untuk turut aktif berpartisipasi dengan cara menangkal hoaks menjelang pemilu tahun 2024 mendatang. Baik secara langsung, maupun di media sosial.

Berita Lainnya:
Bentuk Dukungan, Gibran Parkirkan Mobil Dinas di Lokasi Festival Kuliner Non-Halal Solo

“Sebagai pemuda, saya mengajak para pemuda Indonesia baik itu mahasiswa, karang taruna pemuda tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional, dan semuanya untuk terlibat mengawal pemilu 2024 demi Indonesia yang lebih baik lagi,” ujar dia.

Sementara Koordinator Wilayah (Korwil) PMN Sulsel, Jusman mengatakan, pemuda masa kini bisa berperan aktif menjaga kekondusifan masyarakat menjelang Pemilu mendatang, khususnya di media sosial. 

Di media sosial, kata Jusman, para pemuda dapat memproduksi konten-konten edukasi terkait pemilu dan demokrasi. Kemudian meluruskan hoaks melalui edukasi tersebut.

“Jadi harapan kami kepada pemuda yang ke depannya mampu menangkal hoaks yang ada di media sosial dan menangkal isu-isu SARA,” kata Jusman. 

Dalam dialog kepemudaan itu, PMN Sulsel mendorong generasi muda mengedepankan ide dan gagasan yang kreatif serta substantif sebagai pengawal Pemilu 2024.

Sehingga pesta demokrasi tersebut melahirkan sosok pemimpin bangsa yang dapat membawa Indonesia menjadi lebih maju lewat kepemimpinan terbaik di masa yang akan datang.

Berita Lainnya:
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Bandara Maumere Ditutup

“Artinya pemuda mampu memilih calon presiden yang mempunyai pengalaman dan gagasan yang bagus untuk Indonesia ke depan,” ujar Jusman.

Adapun, seperti dinukil dari Antara, berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Saat ini, terdapat 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Selain itu, pasangan calon juga dapat diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.

 

sumber : Antara

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا الكهف [109] Listen
Say, "If the sea were ink for [writing] the words of my Lord, the sea would be exhausted before the words of my Lord were exhausted, even if We brought the like of it as a supplement." Al-Kahf ( The Cave ) [109] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi