Rabu, 17/07/2024 - 17:54 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Agar tak Sombong, ini Ragam Cara Ingat Mati

Doa dan dzikir merupakan bagian dari cara mengingat mati.

JAKARTA — Setiap manusia pasti akan merasakan kematian. Tak ada seorangpun manusia yang bisa mengelak dari kematian ketika telah tiba waktunya. Kematian akan tetap datang kendatipun seseorang itu bersembunyi di tempat paling aman di muka bumi. 

Tak ada manusia yang mengetahui kapan ajalnya akan datang dan dimana tempatnya mati. Oleh karena itu Imam Al Ghazali dalam Khuluq al Muslim ketika menasehati murid-muridnya mengatakan bahwa yang paling dekat kepada manusia adalah kematian. Sebab kematian adalah rahasia Allah SWT. 

Banyak ayat dalam Alquran yang menjadi pengingat pada manusia agar tidak melupakan kematian. Seperti pada surat Al Araf  ayat ke-34, Al Munafiqun ayat ke-11, Al Jumuah ayat ke-8 dan lainnya. Ini menjadi penanda pentingnya bagi manusia untuk selalu mengingat kematian. Bahan banyak juga ayat yang menggambarkan kondisi yang dialami seseorang ketika menghadapi kematian dan setelah ruh berpisah dari jasad. Misalnya saja pada surat Al Qiyamah ayat 26-30, dan An Nahlnl ayat 32. 

Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa mengingat kematian. Dengan mengingat kematian setiap Muslim didorong untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal saleh. Bahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar, Rasulullah menyebut bahwa orang yang paling berakal adalah orang yang paling banyak mengingat kematian. Sebab orang yang mengingat kematian tidak akan terlena dengan perkara dunia yang bersifat sementara. Ia justru lebih sibuk mempersiapkan diri untuk meraih keselamatan dan kenikmatan di akhirat yang abadi.  

Karena itu di antara wasiat yang disampaikan Rasulullah SAW kepada sahabat Ali bin Abi Thalib seperti tertulis dalam kitab Wasiatul Mustofa karya Abdul Wahhab As-Sya’roni adalah tentang kematian. Rasul mengingatkan tentang orang-orang yang merugi yakni orang yang mengingkari kematian dan hanya mengingat dunia saja. 

Ibnu Hajar Al Haitami dalam Tuhfah Al Muhtaj mengatakan bahwa mengingat kematian hukumnya sunah. Karenanya setiap mukallaf dianjurkan untuk banyak mengingat kematian. Karena mengingat kematian mendorong untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Bahkan dalam Ihya Ulumuddin, Imam Ghazali menyebutkan bahwa orang-orang yang mengenal Allah akan selalu mengingat kematian, bahkan mereka justru menyukai kedatangannya sebab kerinduan bertemu dengan Allah SWT. 

Karena itu para salafussalih memiki beragam cara untuk selalu mengingatkan diri kepada kematian. Salah satunya yakni dengan melakukan ziarah kubur. Sebagaimana disebutkan Imam Al Ghazali bahwa ziarah kubur bertujuan mengingatkan pada kematian dan mengambil pekajaran. Begitupun dikatakan Imam Nawawi dalam Nashaihul Ibad ketika menjelaskan tentang tentang tujuan-tujuan ziarah kubur di antaranya adalah untuk mengingat mati dan akhirat.  Dalam sejumlah riwayat Rasulullah SAW pun menziarahi kuburan ibunya dan juga kuburan para sahabat di Baqi’. 

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا الكهف [8] Listen
And indeed, We will make that which is upon it [into] a barren ground. Al-Kahf ( The Cave ) [8] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi