Modernisasi Mesin di Sektor Industri di Indonesia Berjalan Lamban

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Pekerja membersihkan mesin yang digunakan untuk produksi tisu basah di PT The Univenus Cikupa, Tangerang, Banten, Rabu (11/11/2020). Kementerian Perindustrian menyatakan pertumbuhan sektor industri manufaktur di kuartal III-2020 sebesar 5,25 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

ADVERTISEMENTS

BANDUNG — Busines Forum Indonesia menilai modernisasi mesin di berbagai sektor industri di Indonesia berjalan sangat lamban. Kolaborasi Pentahelix dari berbagai pihak dinilai masih berjalan masing-masing.

ADVERTISEMENTS

“Masih lambat (modernisasi mesin di industri),” ucap Ketua Umum CEO Busines Forum Indonesia Jahja B Soenarji di sela-sela acara Machinex The Industrial Network di Hotel Hilton, Kamis (26/10/2023).

Dukungan pemerintah, ia mengatakan, sangat diperlukan. Peran akademis pun sudah berjalan untuk modernisasi mesin di sektor industri. Namun, kolaborasi Pentahelix tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

“Dukungan pemerintah sangat diperlukan, akademisi sudah berperan, tapi tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” kata dia.

ADVERTISEMENTS

Jahja melanjutkan, media massa turut mendorong percepatan modernisasi mesin di sektor industri melalui literasi. Ia mengatakan, kegiatan Machinex Expo yang akan digelar akhir November dengan melibatkan 500 supplier dari China bagian dari transfer teknologi pengetahuan.

ADVERTISEMENTS

Produk yang akan dipamerkan yaitu logistic services, logistic equipment, fastener, printing and packaging, food, dan power transmission.

“Acara ini sangat baik bukan acara untuk berjualan, tapi ingin membangun jaringan hubungan Indonesia dengan China,” kata dia.

ADVERTISEMENTS

Ia menilai sektor industri di Indonesia membutuhkan modernisasi atau otomatisasi. Salah satu negara yang memproduksi mesin cukup baik dengan harga kompetitif, yaitu China.

ADVERTISEMENTS

“Kita membutuhkan modernisasi, otomatisasi dan tentu membutuhkan mesin. Salah satu negara yang memproduksi mesin cukup baik bukan hanya Barat tapi Tiongkok,” kata dia.

Ia mengatakan, mesin-mesin untuk sektor industri di China memiliki kualitas yang baik dan lebih murah dibandingkan yang diproduksi Amerika. Pengusaha Indonesia pun dapat mengenal lebih jauh pengusaha Tiongkok.

Deni W Kurnia Eks Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Shanghai menilai kegiatan machinex expo pada November nanti merupakan bagian dari proses transfer pengetahuan tentang mesin di China. Ia menilai transfer pengetahuan sangat penting bagian dari modernisasi mesin industri.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
Exit mobile version