Rabu, 24/04/2024 - 10:07 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Mahfud MD Bilang Pertumbuhan Ekonomi tak Pernah 7 Persen Sejak 1990-an, Apa Iya?

ADVERTISEMENTS

JAKARTA — Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 03 Mahfud MD mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tak pernah menyentuh tujuh persen pascareformasi. Mahfud menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi tujuh persen padahal pernah diraih Indonesia pada 1989-1991.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

“Ada yang bertanya kepada kami, mungkin tidak Anda menargetkan mendapat pertumbuhan ekonomi tujuh persen di dalam satu tahun? Karena di dalam sejarah reformasi, tidak pernah sampai tumbuh sebanyak tujuh persen,” ujar Mahfud saat debat cawapres di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Mahfud menyampaikan kegagalan pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi tujuh persen lantaran masih banyak terjadi korupsi dan inefisiensi di sektor-sektor pertumbuhan ekonomi, yaitu di sektor konsumsi, belanja pemerintah, ekspor-impor, dan investasi jadi. 

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Erick Peringatkan Bos-bos BUMN Antisipasi Dampak Ketegangan Global

“Dengan demikian, karena banyak korupsi dan itu memang betul terjadi. Coba lihat, berdasarkan hasil sigi transparansi internasional, korupsi terjadi di lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif secara besar-besaran,” ucap Mahfud. 

ADVERTISEMENTS

Berdasarkan penelusuran pernyataan Mahfud merupakan hal yang benar. Tren pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 1998 hingga 2022 cenderung berada pada median atau nilai tengah di kisaran 5,03 persen. 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Sejarah mencatat, Indonesia pernah mengalami pertumbuhan ekonomi yang terburuk pada 1998 akibat kondisi krisis moneter dan politik dengan minus 13,13 persen. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang super berat bagi pemimpin pascareformasi. 

Sebagai gambaran, Presiden BJ Habibie dalam waktu singkat pada 1999 mampu membawa angin segar dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,79 persen. Tren positif pun berlanjut pada era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid pada 2000-2001 dengan 3,6 persen-4,9 persen per tahun.

Berita Lainnya:
Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud Dikabarkan Hadir ke Sidang Putusan Sengketa Hasil Pilpres di MK

Pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen pertama kali terjadi di era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 2002-2004 dengan kisaran 4,5 persen-5 persen per tahun.

Prestasi pertumbuhan ekonomi tertinggi kemudian berhasil ditorehkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebesar 6 persen hingga 6,35 persen pada periode 2005-2014. Sementara sepanjang pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), tren pertumbuhan ekonomi berkisar di angka 4,8 persen hingga 5,3 persen akibat pandemi covid-19 yang menghantam perekonomian dunia. 

 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi