Senin, 27/05/2024 - 22:26 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Anggota Parlemen Curiga ada Musuh dalam Selimut yang Buat Israel Kewalahan

TEL AVIV – Seorang anggota parlemen Israel dari partai Otzma Yehudit, Tzvika Foghel, mencurigai adanya pengkhianat di negaranya yang menyebabkan kelompok Hamas dapat melancarkan serangan dan operasi infiltrasi pada 7 Oktober 2023 lalu. Menurutnya, mustahil intelijen Israel tidak menyadari bahwa Hamas akan melaksanakan operasi semacam itu.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Ada bau busuk, saya tidak tahu apa yang akan kita temukan. Ada pengkhianat di dalam atau sekelompok orang tidak profesional,” ujar Foghel kepada surat kabar Israel, Maariv, yang diterbitkan Ahad (28/1/2024), dikutip laman Middle East Monitor.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Foghel, yang juga menjabat sebagai ketua Komite Keamanan Nasional, mengungkapkan, tidak mungkin intelijen Israel tidak menyadari apa yang akan terjadi pada 7 Oktober 2023. “Kita masuk ke mobil seorang ilmuwan nuklir di Iran dan membunuhnya, namun kita tidak tahu apa yang terjadi di Jalur Gaza?” tanya Foghel yang tampaknya menyinggung tentang Mohsen Fakhrizadeh, seorang ilmuwan nuklir Iran yang dibunuh sekelompok orang bersenjata di Teheran pada November 2020.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak
Berita Lainnya:
Joe Biden Tolak Keputusan ICC untuk Keluarkan Surat Penangkapan Netanyahu

Foghel mengatakan, penyelidikan harus dilakukan terhadap peristiwa 7 Oktober 2023. “Ketika kepala Shin Bet (badan keamanan Israel) mengatakan bahwa komite investigasi harus dibentuk, banyak pihak yang mengkhawatirkan diri mereka sendiri dibandingkan masa depan negara,” ucapnya.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Jika teori tentang adanya pengkhianat salah atau tak terbukti, Foghel berpendapat bahwa seluruh unit tentara Israel dan generasi pemimpinnya harus diganti. “Pandangan mereka tidak salah, mereka hanya tidak bertanggung jawab dan tidak profesional, dan mereka berbuat salah terhadap negara Israel. Saya lebih suka berpikir bahwa seseorang mengkhianati kita dari dalam,” ujarnya.

“Saya tidak bisa mengesampingkan adanya konspirasi di sini. Kita tidak bisa begitu tidak bertanggung jawab, tapi saya harap saya salah,” tambah Foghel. Serangan dan operasi infiltrasi Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu menyebabkan lebih dari 1.100 orang tewas.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Pemukim Ilegal Israel di Tepi Barat Kembali Berulah, Serang Rumah-Rumah Warga Palestina

Sejak saat itu, Israel memulai agresinya ke Jalur Gaza. Sejauh ini, lebih dari setidaknya 26.400 warga Gaza telah terbunuh akibat agresi Israel. Sebagian besar korban jiwa adalah perempuan dan anak-anak. Sementara itu korban luka melampaui 65 ribu orang.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Menurut PBB, 85 persen penduduk Gaza telah menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut, termasuk di dalamnya fasilitas kesehatan dan rumah sakit, rusak atau hancur. 

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi