Selasa, 28/05/2024 - 12:27 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Harga Beras di Gorontalo Naik Akibat Kurang Stok

Petugas Bulog Sub Divre Gorontalo mengecek kualitas beras saat inspeksi mendadak (sidak) di gudang Bulog Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (12/12/2022).

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

GORONTALO — Harga beras di sejumlah pedagang dan pasar tradisional di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo mengalami kenaikan akibat kurangnya stok.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Salah seorang pedagang di pasar Liluwo Sudirman Abas, Jumat (16/2/2024), mengatakan, saat ini harga beras mencapai Rp 750 ribu/koli atau 50 kilogram. “Sebelumnya pada pekan lalu harga beras di lapak saya Rp 600 ribu per 50 kilogram,” ucap Sudirman.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak
Berita Lainnya:
Presiden Sebut Impor Beras tak Sampai 5 Persen Kebutuhan Nasional

Namun saat ini, kata dia, kenaikan harga beras terjadi akibat kurangnya pasokan dari penggilingan padi. Selain itu, permintaan dari pembeli juga masih kurang.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Bahkan satu karung beras saya, sejak pekan kemarin masih belum habis terjual,” ungkap dia.

 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Pedagang beras lainnya, Liki mengaku jika ia menjual beras dengan harga Rp 13 ribu/liter, atau naik sekitar Rp 1.000/liter dari harga sebelumnya. “Kalau di lapak saya, sekarang harga beras naik dari Rp 12 ribu/liter menjadi Rp 13 ribu/liter,” kata Liki.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
PJ Gubernur Sulawesi Selatan Ungkapkan Kekayaan Terbesar Bangsa Indonesia

Sementara itu, salah seorang pedagang beras di pasar Sentral Idris mengatakan, beras yang dijual olehnya mengalami kenaikan, tapi tidak signifikan. “Beras saat ini Rp 750 ribu/koli, naik tipis saja, pekan lalu hanya Rp 715 ribu hingga Rp 730 ribu/koli,” kata Idris.

ADVERTISEMENTS

 

ADVERTISEMENTS

 

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi