Minggu, 26/05/2024 - 20:56 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Opor, Rendang, dan Gulai Sebaiknya tidak Dipanaskan Berulang

Opor ayam (ilustrasi). Opor ayam menjadi salah satu hidangan bersantan yang biasa tersaji saat Lebaran.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

JAKARTA — Makanan yang bersantan sebaiknya tidak dipanaskan secara berulang. Sebab, kandungan gizinya bisa berubah dan dapat menimbulkan masalah kesehatan jika dikonsumsi.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Kalau makanan bersantan dipanaskan berulang kali, maka lemak di dalamnya akan jadi trans-fat (lemak trans), yang tidak baik untuk kesehatan kita,” kata dr. Fitri Tyas Windrarti, Sp.GK dalam webinar yang diikuti dari Jakarta, Sabtu (6/4/2024).

Berita Lainnya:
Mengenal Parkinson, Penyakit Neurodegeneratif yang Hantui Lansia

Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia, lemak trans atau asam lemak trans adalah asam lemak tak jenuh yang dapat menyumbat arteri, meningkatkan risiko serangan jantung dan kematian. Dokter Fitri menjelaskan, makanan bersantan seperti opor, rendang, dan gulai daging yang dipanaskan secara berulang kadar lemak jahatnya akan meningkat sehingga dapat menimbulkan risiko serangan penyakit jika dikonsumsi.

Menurut dr Fitri, pemanasan makanan secara berulang juga membuat tekstur makanan rusak dan berpotensi menjadi sarang bakteri yang bisa menyebabkan diare. Ia menyarankan para ibu selama Lebaran memasak makanan sesuai kebutuhan keluarga, sehingga bisa sekali habis.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
KPAI: Kesehatan Mental Anak Harus Diperhatikan Bersama

 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Memang lebih repot, tapi lebih baik kalau mau jaga kesehatan kita masak dalam porsi sekali habis saja, karena makanan bersantan tidak disarankan dipanaskan berulang. Jadi kita harus kira-kira satu kali makan berapa porsi, sehingga besok masak yang baru,” ujar dr Fitri.

sumber : Antara

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi