Senin, 20/05/2024 - 13:37 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Ribuan Warga Palestina Jadi Tahanan Administratif di Israel

Kamp untuk pengungsi Palestina yang melarikan diri dari Rafah dan Jalur Gaza utara terlihat di barat Deir Al Balah, Jalur Gaza selatan, 23 April 2024.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

YERUSALEM — Lebih dari 3.660 warga Palestina ditahan dengan alasan administratif di penjara-penjara Israel, jumlah tertinggi sejak 1967, kata kelompok hak asasi narapidana pada Selasa, (23/4/2024). Penahanan administratif adalah pemenjaraan berdasarkan perintah militer Israel tanpa tuntutan yang diajukan, berlangsung selama enam bulan dan dapat diperpanjang.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Terhitung sejak awal April, lebih dari 3.660 warga Palestina di tahan dengan alasan administratif di penjara pendudukan Israel, menandai 200 hari sejak berlangsungnya agresi di Gaza,” kata pernyataan bersama Komisi Urusan Tahanan dan Masyarakat Tahanan Palestina. Pernyataan itu menyebutkan bahwa tahanan berjumlah sekitar 1.320 sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. 

Berita Lainnya:
Uni Eropa: Perintah Evakuasi Warga Sipil di Rafah tak Dapat Diterima

Jumlah warga Palestina yang menjalani penahanan administratif saat ini adalah yang tertinggi sejak 1967 dan sejak institusi hak asasi manusia mulai mendokumentasikan data mengenai tahanan administratif selama tahun-tahun gerakan perlawanan Palestina Intifada pada 1987,” kata Amani Sarahneh, koordinator media Prisoners Club kepada Anadolu.

“Di antara para tahanan tersebut terdapat 22 wanita dan lebih dari 40 anak-anak,” tambah pernyataan itu. Pernyataan itu juga mencatat bahwa jumlah perintah penahanan administratif baru atau yang diperbarui yang dikeluarkan setelah 7 Oktober mencapai 5.210. Setidaknya 9.500 warga Palestina, termasuk 80 wanita dan lebih dari 200 anak-anak, berada di balik jeruji besi penjara Israel, menurut data Palestina.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Turki: Untuk Urusan HAM, AS Terapkan Standar Ganda

Ketegangan meningkat di Tepi Barat yang diduduki sejak Israel melancarkan serangan militer mematikan terhadap Jalur Gaza yang telah menewaskan hampir 34.200 orang menyusul serangan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada 7 Oktober 2023.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Setidaknya 487 warga Palestina tewas dan lebih dari 4.800 lainnya terluka akibat tembakan tentara Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ), yang dalam keputusan sementaranya pada Januari memerintahkan Israel untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

 

ADVERTISEMENTS

sumber : Antara, Anadolu

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi