Kamis, 23/05/2024 - 03:50 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ACEH

Pilgub Aceh 2024, Partai Diharap Berani Usung Calon dari Eksternal

BANDA ACEH – Akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Teuku Kemal Fasya berharap partai politik harus berani mengusung bakal calon gubernur atau calon wakil gubernur diluar partai pada pilgub Aceh 2024 nanti.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Hal itu disampaikan Kemal dalam diskusi yang digelar Aceh Resource & Development (ARD) yang bertema “Siapa Sosok Gubernur Aceh ke Depan?” di Moorden Kafe Pango, Banda Aceh, Kamis (25/4/2024).

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Utamanya memang harus kader dulu, tapi misalnya Sudirman Haji Uma hingga Illiza Sa’aduddin Djamal bisa menjadi pendamping calon gubernur,” kata Teuku Kemal Fasya.

Berita Lainnya:
Anies Akui Kekalahan Sebut Prabowo Patriotik dan akan Jaga Nilai Demokrasi

Ia menjelaskan, trend naiknya Haji Uma adalah hal biasa dan  terjadi di mana-mana, selebritis maju dan meraih suara tinggi di elektoral. Selain jalur partai, bisa juga jalur independen, dan yang mendapatkan endorser dari pusat.

“Dua itu adalah Haji Uma dan Nezar Patria. Pilihan keduanya adalah melalui jalur independen, bukan dari partai,” jelasnya.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Ia menyebut, wakil gubernur potensial, adalah dari partai menengah, PAN, PPP dan Demokrat. Bahkan Muslim Ketua Demokrat Aceh bisa diusulkan jadi wagub alternatif.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Khalili Raih Golden Tiket Partai Aceh Maju Calon Bupati Bireuen

“Illiza bisa dimunculkan jadi wagub. Walaupun dia paling sial, suara cukup tapi partai tidak lolos PT. Sosok illiza juga bisa memperkuat sentimen untuk kalangan perempuan. Sebab PPP mendapat 5 kursi di DPRA,” ujarnya.

Ia menuturkan, partai lokal hanya menguat kepada Partai Aceh, dan partai lokal lain tergerus. Dimana esensi parlok terhadap politik nasional hampir tidak ada.

ADVERTISEMENTS

“Politik dayah dan ulama masih menjadi ruang politik yang penting untuk diperhitungkan,” pungkasnya.[]

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi