Minggu, 21/07/2024 - 08:25 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Belajar Sukses dari Nabi Yusuf AS

JAKARTA–Siapa yang tidak menginginkan kesuksesan? Jawabannya semua orang pasti menginginkannya. Namun keinginan itu tak semua orang dapat meraihnya. Sehingga ketidakberuntungan atau keberhasilan dalam hidup merupakan sesuatu yang biasa.

Ada banyak kisah sukses orang-orang di masa lampau yang dapat dijadikan inspirasi. Salah satunya belajar sukses dari Nabi Yusuf AS. 

Irwan Kurniawan dalam bukunya “Mengetuk Pintu Rezeki” mengatakan perjalanan sukses Nabi Yusuf bagus dijadikan inspirasi. Di usia mudanya, yakni kira-kira 30 tahun, Nabi Yusuf diangkat sebagai menteri kepercayaan Raja Mesir untuk mengurusi masalah logistik. Setelah itu, Nabi Yusuf kemudian diangkat menjadi pemimpin Mesir.

Jabatan yang diraih oleh Nabi Yusuf merupakan kedudukan tinggi yang diberikan oleh Allah SWT. Kendati demikian, kata Irwan, kesuksesan Nabi Yusuf tersebut tak diraih dengan mudah. Nabi Yusuf harus menjalani banyak rintangan dan tantang hidup.

Ujian dan jalan berliku yang diterima oleh Nabi Yusuf membutuhkan kesabaran dan ketabahan. Selain itu, ketegaran, kewaspadaan dan kehati-hatian Nabi Yusuf membuahkan hasil jabatan yang didapatkannya.

Berita Lainnya:
Di Balik Kedengkian Sebelas Saudara Nabi Yusuf

Irwan menceritakan kehidupan masa kecil Nabi Yusuf sejatinya kehidupan yang sangat bahagia. Sebab dia hidup di bawah asuhan ayah yang juga seorang nabi yakni Nabi Ya’qub As. Namun kasih sayang Ya’qub kepada Yusuf menimbulkan kecemburuan kepada saudara-saudaranya. Mereka merasa tidak mendapatkan perlakuan tidak adil dari ayahnya.

Sifat iri dan dengki saudaranya itu, membuat mereka merencanakan sesuatu agar menjauhkan kasih sayang Nabi Ya’qub kepada Nabi Yusuf. Ringkas cerita, Nabi Yusuf pun dilemparkan ke sumur yang gelap. Dan itu merupakan kesulitan luar biasa yang dialami oleh Nabi Yusuf di masa kecil.

Namun Allah adalah Maha Kuasa. Dia mengatur segalanya sehingga Nabi Yusuf pun bisa melalui rintangan yang dihadapinya. Menurut Irwan, dari dalam sumur itulah, kisah kesuksesannya bermula.

Nabi Yusuf ditemukan oleh kabilah dagang yang biasa lewat di sumur tersebut dan hendak mengambil air sumur. Mereka kemudian mengambilnya dan membawa keluar dari kampung kecil menuju kota modern zaman itu yakni Mesir.

Di kota itu, ia mendapatkan tempat terhormar di rumah seorang pejabat di sana, walaupun statusnya sebagai budak. Ketika mendapatkan kesuksesan kecil, Nabi Yusuf kembali mendapatkan ujian yang lebih besar. Nabi Yusuf harus dijebloskan ke dalam penjara karena berurusan dengan istri pejabat. Ia harus masuk penjara meskipun berada di pihak yang benar.

Berita Lainnya:
Imam Al-Ghazali dan Tasawuf Dituduh Jadi Penyebab Kemunduran Umat Islam, Benarkah?

Kendati demikian, Nabi Yusuf tidak menjadikan penjara sebagai tempat buangan atau hina sehingga dia tidak merasa putus asa. Sebaliknya, penjara dijadikan sebagai tempat menempa diri sekaligus memandang tempat mulia seperti yang dikatakan sendiri kepada Allah Swt yang tertuang dalam Surah Yusuf ayat 33.

Dan itu terbukti bahwa penjara menjadi jalan Nabi Yusuf meraih kesuksesan menuju istana yang akhirnya ke kursi kekuasaan Mesir. Irwan mengatakan kisah Nabi Yusuf merupakan peringatan kepada orang beriman agar yakin kepada Allah dan berdoa kepada-Nya dalam keadaan lapang dan susah.

Allah SWT pun telah menjanjikan kemudahan setiap kesulitan di dalam Alquran Surah al-Insyirah ayat 5-6.

 

 

 

 

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَن شَاءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَاءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا ۚ وَإِن يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ ۚ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا الكهف [29] Listen
And say, "The truth is from your Lord, so whoever wills - let him believe; and whoever wills - let him disbelieve." Indeed, We have prepared for the wrongdoers a fire whose walls will surround them. And if they call for relief, they will be relieved with water like murky oil, which scalds [their] faces. Wretched is the drink, and evil is the resting place. Al-Kahf ( The Cave ) [29] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi