Jumat, 19/07/2024 - 03:11 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Dan Musik Metal pun Meraung di Jeddah

 JEDDAH – Kerap disalahartikan sebagai musiknya pemuja setan, metal kian populer di Arab Saudi. Setelah konser Metallica tahun lalu di Riyadh, kini giliran di Jeddah diadakan Wacken Metal Battle Middle East tiba di Makan Music Center pada Jumat malam, pekan lalu.

Arab News melansir, acara pertarungan band itu menampilkan Jaheem, Volfram, Kaizer, dan Wasted Land yang mengincar posisi teratas. Wacken Metal Battle Middle East — didukung oleh Konsulat Jerman di Jeddah dan European Weeks di Saudi, dan sebuah kompetisi yang terafialisi dengan festival musik Wacken yang terkenal di Jerman.

Helatan itu menampilkan juri yang terdiri dari pakar musik dan tamu internasional, termasuk juri dari Jerman, yang menilai band-band tersebut berdasarkan pada kemampuan teknis, komposisi lagu, dan interpretasi musik. Mereka juga memperhitungkan keunikan band, penampilan panggung, interaksi penonton, pelaksanaan sound check, komunikasi, ketepatan waktu, dan sikap secara keseluruhan.

Juri memilih grup death metal asal Saudi, Wasted Land, sebagai juara kompetisi. Kemenangan itu otomatis memberikan mereka kesempatan untuk tampil di festival Wacken yang diadakan setiap tahun di Hamburg. Menambah kemeriahan, pemenang ajang tahun 2023, band groove metal Mesir Erasing Mankind juga naik panggung sebagai bintang tamu.

Berita Lainnya:
Israel Buang Limbah ke Aliran Air yang Digunakan Warga Palestina, Kini Mereka Tidak Bisa Dapat Air Minum Layak

Metal Battle Middle East sedianya sudah digelar sejak 10 tahun lalu. Tahun ini, Jeddah yang berjarak sekitar 50 menit perjalanan dari kota suci Makkah jadi lokasi pagelaran tersebut. Hal itu menandai makin longgarnya Saudi yang selama ini dikenal menerapkan aturan Islam yang ketat.

“Bakat, semangat, dan profesionalisme adalah kuncinya. Platform ini memungkinkan semua band untuk mengeksplorasi pengalaman baru dan mengejar impian mereka untuk meraih kemenangan,” ujar Emad Ashor, gitaris dan vokalis band death metal asal Jeddah, Immortal Pain dan salah satu juri di acara.

Karim Mounir, komposer dan bassis Erasing Mankind, yang juga menjadi juri di acara tersebut, juga melayangkan apresiasinya. “Wacken adalah tentang merangkul momen saat ini dan membina persahabatan antara band dan penonton. Pertunjukan live benar-benar membedakan band-band, dan bakat serta kemampuan bermusik yang luar biasa di kancah metal Saudi telah menunjukkan kelayakan mereka untuk acara penting tersebut. “Band yang paling efektif memikat penonton Wacken yang aktif dan inklusif akan menjadi perwakilan sempurna dari Timur Tengah.” 

Berita Lainnya:
Klaim Menang Besar di Debat, Trump Sebut Biden tak Punya Kompetensi

Band Saudi Volfram menggambarkan malam itu sebagai “pengalaman unik dan tak terlupakan.” 

Berkaca pada perjalanan band ini ke final Wacken Metal Battle, salah satu anggota Kaizer mengatakan, “Menjadi bagian dari kompetisi ini merupakan suatu kehormatan tersendiri, dan berbagi panggung dengan band-band luar biasa adalah pengalaman yang akan selalu kami hargai. “Kaizer baru saja memulai dan masih banyak hal yang bisa ditawarkan. Tujuan kami adalah untuk mewakili dunia metal Saudi dengan cara yang paling intens dan berdampak. Mendapatkan predikat Musik Terberat di Jeddah dari penonton merupakan pengakuan yang sangat kami hargai.”

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

قَالَ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ الْحُوتَ وَمَا أَنسَانِيهُ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ ۚ وَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ عَجَبًا الكهف [63] Listen
He said, "Did you see when we retired to the rock? Indeed, I forgot [there] the fish. And none made me forget it except Satan - that I should mention it. And it took its course into the sea amazingly". Al-Kahf ( The Cave ) [63] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi