Selasa, 18/06/2024 - 11:47 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

OPINI
OPINI

Saat Bung Karno Puji ‘Wahabi’

Oleh: FITRIYAN ZAMZAMI

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Tjobalah pembatja renungkan sebentar ‘padang-pasir’ dan ‘wahabisme’ itu. Kita mengetahui djasa Wahabisme jang terbesar: ia punja kemurnian, ia punja keaslian, murni dan asli sebagai udara padang-pasir, kembali kepada asal, kembali kepada Allah dan Nabi, kembali kepada Islam dizamanja Muhammad! Kembali kepada kemurnian, tatkala Islam belum dihinggapi kekotorannya seribu satu tahajul dan seribu satu bid’ah. Lemparkanlah djauh-djauh tahajul dan bid’ah itu, tjahkanlah segala barang sesuatu jang membawa kemusjrikan!” 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Demikianlah yang dituliskan proklamator Sukarno dalam bukunya Di Bawah Bendera Revolusi. Jarang diketahui, Bung Karno sempat memiliki ketertarikan dengan ajaran pemurnian Islam yang berjalan beriringan dengan Kerajaan Saudi.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Ketertarikan ini muncul saat Bung Karno belajar Islam secara intens sepanjang 1930-an saat dipenjara di Sukamiskin, Bandung, dan kemudian di Ende, Kepulauan Flores. Di Ende, ia dibimbing dari jauh oleh pendiri ormas Persis, A Hassan. Dari surat-suratnya, kita memahami bahwa Bung Karno cenderung pada Islam yang lebih puritan kala itu. Ia bahkan sempat meminta menerjemahkan biografi Abdulaziz bin Saud, raja Arab Saudi yang juga merupakan patron pemurnian yang didakwahkan Muhammad bin Abdul Wahab sejak abad ke-18.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda
Berita Lainnya:
Ujian Bagi Pancasila

Bung Karno meminta buku itu untuk terjemahkan dalam bahasa Indonesia. Salah satu alasannya, untuk membantu perekonomian keluarga. Namun, ada juga alasan lain. “Bagi saya buku ini bukan saja satu ikhtiar ekonomi, tetapi adalah pula satu pengakuan, satu confenssion. Ia menggambarkan Ibnu Saud dan Wahabisme begitu rupa, mengkobar-kobarkan elemen amal, perbuatan begitu rupa hingga banyak kaum ‘tafakur’ dan kaum pengeramat Husain c.s (kaum Syiah) akan kehilangan akal nanti sama sekali,” tulis Bung Karno.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Ia berharap, terjemahan itu juga bisa disebarkan ke masyarakat guna membentuk kepribadian mereka. “Dan mudah-mudahan nanti ini buku, dibaca oleh banyak orang Indonesia, agar bisa mendapat inspirasi daripadanya. Sebab, sesungguhnya buku ini penuh dengan inspirasi. Inspirasi bagi kita punya bangsa yang begitu muram dan kelam hati.”

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Namun, jauh sebelum itu, Bung Karno memang lebih dekat dengan gerakan pemurnian Islam. “Aku tak pernah mendapatkan didikan agama yang teratur karena bapak tidak mendalaminya. Aku menemukan sendiri Islam pada usia 15 tahun, ketika aku mengikuti keluarga Pak Tjokro (HOS Tjokroaminoto). Masuk satu organisasi agama dan sosial bernama Muhammadiyah. Gedung pertemuannya terletak di seberang rumah kami di Gang Paneleh. Sekali sebulan, dari pukul delapan sampai tengah malam, seratus orang berdesak-desakan mendengarkan pelajaran agama dan ini disusul dengan tanya jawab. Aku mendengarkan dengan penuh perhatian,” ujarnya dalam “Penyambung Lidah Rakyat”, otobiografi yang ditulisnya bersama Cindy Adam.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Pengaruh Simbol dalam Pendidikan Karakter

Islam yang diajarkan Pak Tjokro kita pahami, merupakan agama yang rasional dan menekankan pada keadilan sosial. Sementara Muhammadiyah sejak lama adalah penentang TBC alias Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Tak hanya dalam surat, sejumlah praktik Wahabi juga dilaksanakan keluarga Sukarno. Salah satu istri Sukarno, Fatmawati, menuturkan bahwa keluarga mereka tak pernah melakukan ritual-ritual tradisional terkait kelahiran anak atau sebagainya. Dalam bahasa Fatmawati, mereka hanya melakukan yang sesuai ‘Alquran, sunnah, dan yang diajarkan para guru”.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Orang-orang kerap menyematkan klenik dengan Bung Karno, hal yang membuatnya terkesan jauh dari gerakan pemurnian Islam. Namun dalam keterangannya sendiri, Bung Karno justru menyatakan antiklenik. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا الكهف [8] Listen
And indeed, We will make that which is upon it [into] a barren ground. Al-Kahf ( The Cave ) [8] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi