Rabu, 19/06/2024 - 14:17 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Kesehatan Mental Remaja Memburuk Sejak 2012, Media Sosial Jadi Penyebabnya?

JAKARTA — Kesejahteraan mental pada generasi muda secara global mulai menurun sejak 2012. Pakar kesehatan menyoroti, hal yang mengemuka sejak saat itu adalah penggunaan meluas perangkat ponsel pintar beserta berbagai akses media sosial.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Dikutip dari laman Irish Times, Kamis (16/5/2024), psikolog dari San Diego State University, Jean Twenge, telah mengumpulkan sejumlah besar data yang menunjukkan banyaknya kerugian akibat penggunaan media sosial di ponsel pada anak dan remaja. Data itu mencakup serangkaian ukuran kesejahteraan, termasuk pola tidur, sosialisasi, indikator kesepian/depresi, dan partisipasi dalam aktivitas orang dewasa.  

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Di Amerika Serikat, persentase remaja Amerika yang bersosialisasi dengan teman dua kali atau lebih setiap pekannya cukup stabil selama periode 50 tahun sebelum 2008. Persentase tersebut mulai menurun sejak 2008 hingga 2012, lalu turun sangat tajam sejak 2012.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Sebagai perbandingan, persentase sosialisasi remaja turun dari 80 persen pada 1976 menjadi 55 persen pada 2012. Selain itu, persentase anak usia 13-17 tahun yang tidur kurang dari tujuh jam semalam mencapai sekitar 35 persen selama periode 2003-2013, lalu meningkat tajam menjadi 50 persen pada 2022. 

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda
Berita Lainnya:
Nostalgia Remaja 2000-an, Ini Daftar Medsos yang Pernah Berjaya pada Zamannya

Jumlah remaja perempuan yang mengalami depresi berat tercatat stabil sekitar 12 persen sejak 1970-an hingga 2011, namun meningkat menjadi hampir 30 persen pada 2021. Sementara itu, jumlah remaja AS yang mengakses berbagai aplikasi online kini meningkat menjadi 46 persen.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Hal itu tidak hanya terjadi di AS, namun konsisten secara universal. Persentase anak usia 15 tahun yang memiliki skor kesepian yang tinggi di Asia, Amerika Latin, Eropa, dan negara-negara berbahasa Inggris meningkat tajam sejak 2012. Tingkat depresi di kalangan anak usia 15-24 tahun di Prancis pun meningkat empat kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Dalam paparan studi, Twenge menyebut beberapa kemungkinan penyebab dari statistik kesejahteraan remaja yang menurun, selain penggunaan media sosial di ponsel. Pemicu umumnya bisa karena kecemasan terhadap pemanasan global, biaya kuliah, penggunaan narkoba, dan beragam aspek lain. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Pada rekomendasinya, Twenge menyerukan larangan penggunaan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun. Tujuannya untuk melindungi remaja yang rentan agar tidak terkena dampak buruk media sosial. Dan memang, di beberapa negara bagian AS, kini memerlukan izin orang tua sebelum anak di bawah 16 tahun bisa memiliki akun media sosial.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024
Berita Lainnya:
Sebagian Gen Z Jalani 'Kehidupan Ganda' di Dunia Nyata dan Dunia Maya

Profesor biokimia emeritus di University College Cork (UCC) di Irlandia, William Reville, mengatakan perangkat teknologi sebenarnya punya banyak manfaat. Sayangnya, perangkat canggih kini banyak disalahgunakan oleh pengguna dan lebih banyak menimbulkan kerugian daripada kebaikan.  

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Dia pun sepakat pemakaian ponsel pintar dan media sosial yang berlebihan dapat mengakibatkan keruntuhan kesehatan mental remaja di seluruh dunia. Meskipun, media sosial sebenarnya memungkinkan pertukaran ide dan informasi, termasuk visual dan teks, melalui jaringan dan komunitas virtual.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Berbagai konten buatan pengguna mendorong keterlibatan melalui suka, berbagi, komentar, dan diskusi. Saat ini, lebih dari lima miliar orang menggunakan media sosial di seluruh dunia, utamanya platform media sosial terbesar seperti Facebook, WhatsApp, YouTube, Instagram, WeChat, dan TikTok.  

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

“Ponsel pintar memungkinkan kita membawa semua media sosial ini di saku, tersedia 24 jam selama tujuh hari. Diperlukan perjuangan besar-besaran untuk mengendalikan penggunaan media sosial di kalangan generasi muda,” ujar Reville.

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا الكهف [30] Listen
Indeed, those who have believed and done righteous deeds - indeed, We will not allow to be lost the reward of any who did well in deeds. Al-Kahf ( The Cave ) [30] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi