Minggu, 16/06/2024 - 10:21 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Jajal Kereta Cepat China, Sejumlah WNI Bandingkan dengan Whoosh

HARBIN — Pada Oktober 2023, Indonesia resmi mengoperasikan kereta cepat pertamanya, Whoosh, yang menyediakan rute Jakarta-Bandung.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Tak dapat dipungkiri bahwa kehadiran kereta itu menjadi inovasi dalam dunia transportasi Tanah Air, karena mampu membuat perjalanan menjadi begitu cepat. Kereta cepat Indonesia-China (KCIC) menjadi salah satu proyek kerja sama antara kedua negara, yang didesain serupa dengan sistem kereta cepat yang beroperasi di China sendiri.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

ANTARA melansir, pada Sabtu (18/5/2024), sejumlah warga negara Indonesia (WNI) berkesempatan untuk mencoba langsung moda kereta cepat di negara asalnya tersebut dengan rute Qiqihar-Harbin. Perjalanan dimulai dari Kota Qiqihar menuju Kota Harbin dengan jarak antara keduanya yakni 322 kilometer.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Kedua kota terletak di provinsi yang sama yakni Provinsi Heliongjiang di bagian utara China. Perjalanan menggunakan kendaraan seperti mobil pribadi maupun bus dapat memakan waktu selama kurang lebih empat jam. Sementara, perjalanan dengan menggunakan kereta cepat China Railway menjanjikan waktu tempuh yang lebih singkat yakni satu jam 30 menit.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Sejumlah warga negara Indonesia dengan rute perjalanan yang sama tampak antusias menjajal kereta pendahulu KCIC itu. Tak jarang, mereka sesekali menghentikan langkah menuju gerbong kereta untuk mengabadikan bagian luar kereta.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Cetak Hattrick, PLN Kembali Raih Kinerja Keuangan Terbaik Sepanjang Sejarah pada 2023

Salah satunya adalah Widianto (37 tahun), pria asal Bogor, Jawa Barat. Ia sebelumnya pernah melakukan perjalanan dengan kereta Whoosh di Indonesia. Menurut pengakuannya, yang menarik perhatiannya adalah kemiripan dalam lokasi penempatan stasiun.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

“Baik di Jakarta, Qiqihar, maupun Harbin, semua stasiunnya terletak cukup jauh dari pusat kota. Mungkin sekitar 40 menit (waktu tempuh),” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Secara keseluruhan, pengalaman Widianto saat menaiki kedua kereta, baik Whoosh maupun China Railway (CRH), cukup serupa. Sedikit perbedaan terasa di interior yang memiliki nuansa warna berbeda dan perbedaan usia yang cukup terlihat dari tampilan berbagai panelnya.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Interior kereta Whoosh didominasi dengan nuansa kayu dan warna merah. Sementara kereta China Railway cenderung bernuansa pucat dengan palet warna coklat dan abu-abu.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Konfigurasi tempat duduk juga cukup berbeda. CRH disusun 3-2, sementara Whoosh dengan pengaturan duduk sebagian besar 3-3.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Ada pula perbedaan dalam kecepatan maksimum yang ditempuh. Whoosh dapat bergerak dengan kecepatan tertinggi sekitar 350 km per jam, sementara kereta cepat China dengan rute Qiqihar-Harbin hanya dipacu hingga kecepatan maksimal 250 km per jam.

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard
Berita Lainnya:
Pendapatan Usaha Garuda Indonesia Group Tumbuh 18,07 Persen

“Memang kereta cepat China, menurut saya, terasa agak lebih lambat dibandingkan dengan pengalaman saat naik Whoosh,” ujar salah seorang penumpang lain, Tisa (36 tahun) asal Jakarta.

Ia juga sempat menyebut ruang kaki atau leg space yang terasa sedikit lebih terbatas. “Seingat saya, di Whoosh itu lebih lega,” kata Tisa menambahkan.

Tampilan layar informasi di setiap gerbong, dengan tulisan berjalan berwarna merah yang menampilkan suhu cuaca, tanggal dan hari, serta kecepatan kereta melaju, mungkin menjadi salah satu kesamaan yang membuat kedua kereta terasa seperti ‘kakak beradik’.

Pengalaman menjajal kereta cepat dengan jarak yang lebih jauh, membuat para warga negara Indonesia tersebut berharap agar kelak rute KCIC Whoosh dapat diperluas dan menjangkau berbagai daerah lain. Seperti yang dikatakan oleh Sagita (28 tahun), asal Depok, usai turun dari gerbong kereta cepat China.

“Mungkin kalau ada rute lain, seperti Jakarta-Surabaya atau Jakarta-Semarang, Yogjakarta, itu bagus sekali karena bisa sangat memotong waktu perjalanan,” kata Sagita.

 

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

فَعَسَىٰ رَبِّي أَن يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِّن جَنَّتِكَ وَيُرْسِلَ عَلَيْهَا حُسْبَانًا مِّنَ السَّمَاءِ فَتُصْبِحَ صَعِيدًا زَلَقًا الكهف [40] Listen
It may be that my Lord will give me [something] better than your garden and will send upon it a calamity from the sky, and it will become a smooth, dusty ground, Al-Kahf ( The Cave ) [40] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi