Minggu, 21/07/2024 - 07:29 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Jokowi Kenalkan Sistem Pengairan Subak Bali di WWF

Seorang petani bekerja di ladang dengan sistem irigasi teras tradisional yang disebut subak di Jatiluwih di Tabanan, Bali, Indonesia.

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo memperkenalkan sistem Subak sebagai salah satu kearifan lokal dalam pengelolaan air di masyarakat Bali, Indonesia. Hal itu disampaikan Jokowi di hadapan puluhan delegasi yang menghadiri pembukaan World Water Forum di Bali International Convention Center (BICC) di Nusa Dua Bali.

“Sistem Subak di Bali telah dipraktikkan sejak abad 11 lalu, dan telah diakui sebagai warisan budaya dunia,” kata Jokowi dalam pidatonya di pembukaan WWF ke-10 pada Senin (20/5/2024).

Sistem pengairan subak merupakan metode teknologi dari budaya asli petani Bali. Fasilitas yang utama dari irigasi subak untuk setiap petani anggota subak adalah berupa pengalapan (bendungan air), jelinjing (parit), dan sebuah cakangan (satu tempat atau alat untuk memasukkan air ke bidang sawah garapan).

Berita Lainnya:
Kapolri Masih Kejar 4 Bandar Besar Judi Online di Indonesia

Ketika di suatu lokasi bidang sawah terdapat dua atau lebih cakangan yang saling berdekatan, maka cakangan-cakangan tersebut adalah sama (kemudahan dan kelancaran air mengalir masuk ke sawah masing-masing petani sama). Tetapi, perbedaan lebar lubang cakangan masih dapat ditoleransi yang disesuaikan dengan perbedaan luas bidang sawah garapan petani.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan bagi masyarakat Bali, air adalah kemuliaan yang mengandung nilai-nilai spiritual dan budaya yang harus dikelola bersama. Dan menurut dia, hal tersebut sejalan dengan tema World Water Forum ke-10 yaitu “Air bagi Kemakmuran Bersama”.

Jokowi menjelaskan bahwa tema tersebut juga yang bisa dimaknai menjadi tiga prinsip dasar, yaitu menghindari persaingan dan mendorong pemerataan; mengedepankan kerja sama inklusif, termasuk penggunaan teknologi dan pembiayaan inovatif; serta menyokong perdamaian & kemakmuran bersama, di mana ketiganya, hanya bisa terwujud dengan sebuah kata kunci, yaitu kolaborasi.

Berita Lainnya:
Universitas BSI Kampus Margonda Bikin Orang Tua Makin Pede Melalui BKOT

“Di Indonesia, kolaborasi telah menjadi kunci keberhasilan dalam merestorasi Sungai Citarum serta pengembangan energi hijau, solar panel terapung di waduk Cirata, yang menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dan ketiga di dunia,” kata Jokowi.

Dengan adanya pertemuan dan pembicaraan di World Water Forum ke-10, Jokowi berharap dunia dapat bekerja sama secara berkesinambungan untuk dapat memperkuat komitmen kolaborasi dalam mengatasi tantangan global terkait air.

 

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا الكهف [46] Listen
Wealth and children are [but] adornment of the worldly life. But the enduring good deeds are better to your Lord for reward and better for [one's] hope. Al-Kahf ( The Cave ) [46] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi