Minggu, 21/07/2024 - 07:45 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Peluncuran Boeing Starliner Kembali Ditunda

 JAKARTA — NASA mengumumkan tanggal peluncuran misi awak perdana pesawat ruang angkasa Boeing Starliner kembali mengalami perubahan. Setelah dua kali penundaan sebelumnya pada bulan ini, penerbangan pertama Starliner yang membawa astronot kini ditargetkan paling cepat pada 25 Mei 2024 pukul 15.09 ET (26 Mei 2024 pukul 02.09 WIB).

NASA menjelaskan bahwa penundaan ini diperlukan untuk memberikan lebih banyak waktu kepada tim misi menyelesaikan proses penutupan pesawat ruang angkasa dan alasan penerbangan. Penundaan ini terjadi beberapa hari setelah tim Starliner melaporkan kebocoran helium kecil di modul layanan pesawat ruang angkasa.

Kebocoran tersebut ditemukan pada flensa di pendorong sistem kontrol reaksi tunggal, di mana helium digunakan untuk mengaktifkan pendorong. Tambahan waktu sebelum peluncuran akan memungkinkan para spesialis untuk mengevaluasi masalah ini lebih lanjut, meskipun pengujian sejauh ini menunjukkan bahwa kebocoran itu tidak menimbulkan ancaman bagi misi tersebut.

“Tim Boeing sedang mengembangkan prosedur operasional untuk memastikan sistem mempertahankan kemampuan kinerja yang memadai dan redundansi yang sesuai selama penerbangan,” kata NASA, dilansir CNN, Senin (20/5/2024).

Berita Lainnya:
KLHK Gandeng BEF Tekan Emisi Sektor Kehutanan

Misi ini, yang dijuluki Uji Penerbangan Kru, bisa menjadi tonggak penting terakhir sebelum NASA menganggap pesawat ruang angkasa Boeing siap untuk operasi rutin sebagai bagian dari Program Kru Komersial badan federal tersebut. Peluncuran berawak ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Starliner, dan akan membawa dua astronot NASA, Suni Williams dan Butch Wilmore, yang rencananya tinggal selama seminggu di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Penerbangan bersejarah ini menjadi penerbangan keenam pesawat ruang angkasa berawak dalam sejarah AS, setelah Merkurius, Gemini, Apollo, pesawat ulang-alik, dan Naga SpaceX. “Ini dimulai dengan Merkurius, lalu Gemini, lalu Apollo, pesawat ulang-alik, lalu Naga (SpaceX) – dan sekarang Starliner,” ujar administrator NASA, Bill Nelson.

Boeing merancang Starliner untuk bersaing dengan kapsul Crew Dragon SpaceX dan memperluas opsi AS untuk mengangkut astronot ke stasiun luar angkasa. Williams juga akan mencatat sejarah sebagai wanita pertama yang memulai misi Starliner ini.

Namun, jalur menuju peluncuran ini tidak mulus. Pengembangan yang terganggu, masalah uji penerbangan, dan kemunduran mahal lainnya telah memperlambat kemajuan Starliner. Sementara itu, SpaceX telah menjadi penyedia transportasi andalan bagi NASA.

Berita Lainnya:
Indonesia dan Norwegia Perkuat Kerja Sama Atasi Tantangan Iklim

Pada 6 Mei lalu, peluncuran dibatalkan dua jam sebelum lepas landas karena masalah katup pada tahap kedua roket Atlas V. Tim United Launch Alliance telah mengganti katup pengatur tekanan pada tangki oksigen cair, namun kebocoran helium pada pesawat ruang angkasa Boeing menyebabkan penundaan lebih lanjut.

Jika peluncuran dilakukan sesuai rencana minggu depan, Starliner dan para astronot di dalamnya akan memisahkan diri dari roket Atlas V setelah mencapai orbit. Kendaraan tersebut akan menghabiskan lebih dari 24 jam menuju ISS. Williams dan Wilmore akan menghabiskan sekitar satu minggu di laboratorium yang mengorbit, yang bergabung dengan tujuh astronot dan kosmonot lainnya. Mereka kemudian akan kembali ke bumi menggunakan kapsul Starliner yang sama, yang akan mendarat dengan bantuan parasut di lokasi yang ditentukan di barat daya Amerika Serikat. 

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

وَعُرِضُوا عَلَىٰ رَبِّكَ صَفًّا لَّقَدْ جِئْتُمُونَا كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ بَلْ زَعَمْتُمْ أَلَّن نَّجْعَلَ لَكُم مَّوْعِدًا الكهف [48] Listen
And they will be presented before your Lord in rows, [and He will say], "You have certainly come to Us just as We created you the first time. But you claimed that We would never make for you an appointment." Al-Kahf ( The Cave ) [48] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi