Selasa, 18/06/2024 - 12:15 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Studi Sebut Musik Bisa Bantu Seseorang Hadapi Kondisi Penuh Tekanan

JAKARTA — Ketika seseorang dalam kondisi tertekan, terkadang yang dicari adalah hiburan. Salah satu caranya, dengan mendengarkan musik favorit. Namun, bagaimana sebenarnya musik bisa memengaruhi emosi seseorang, bahkan disebut dapat mengubahnya.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Dikutip dari laman Harvard Health, Sabtu (25/5/2024), para ilmuwan lewat beberapa studi telah berusaha mengungkap hal itu. Sebuah penelitian yang digagas para peneliti dari New York, Amerika Serikat, mencari tahu bagaimana musik memengaruhi suasana hati pasien bedah.  

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Sebanyak 40 pasien katarak dengan usia rata-rata 74 tahun menjadi sukarelawan dalam uji coba tersebut. Setengah peserta secara acak ditugaskan untuk menerima perawatan biasa, sedangkan yang lain mendapat perawatan yang sama dan mendengarkan musik.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Musik yang diputar merupakan pilihan pasien sendiri, yang disimak melalui headphone sebelum, selama, dan segera setelah operasi. Sebelum operasi, pasien pada kedua kelompok memiliki tekanan darah yang sama, dengan rata-rata 129/82 milimeter (mm Hg).  

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Rata-rata tekanan darah pada kedua kelompok meningkat menjadi 159/92 sesaat sebelum operasi, dan pada kedua kelompok, rata-rata detak jantung melonjak 17 denyut per menit. Namun, pasien tanpa musik dilaporkan mengalami hipertensi selama operasi.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Makanan Sumber Protein Hewani Beri Manfaat Besar untuk Tumbuh Kembang Anak

Sementara, tekanan darah pasien yang mendengarkan musik menjadi normal dengan cepat dan melaporkan bahwa mereka merasa lebih tenang dan lebih baik selama operasi. Studi sebelumnya pun menemukan bahwa ahli bedah menunjukkan lebih sedikit tanda-tanda stres dan kinerjanya meningkat saat mendengarkan musik pilihan mereka sendiri. 

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Sebuah penelitian terhadap 80 pasien yang menjalani operasi urologi dengan anestesi tulang belakang menemukan bahwa musik dapat mengurangi kebutuhan akan obat penenang intravena tambahan. Dalam uji coba ini, pasien mampu mengontrol jumlah obat penenang yang mereka terima selama operasi.  

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Pasien yang secara acak ditugaskan untuk mendengarkan musik masih membutuhkan obat, tapi tak perlu efek penenang yang kuat. Itu jika dibandingkan pasien yang ditugaskan untuk mendengarkan suara bising atau obrolan dan gemerincing di ruang operasi itu sendiri. 

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Sebuah penelitian lain terhadap 10 pasien sakit kritis pascaoperasi melaporkan bahwa musik dapat mengurangi respons stres bahkan ketika pasien tidak sadar. Dalam studi itu, semua pasien menerima obat penenang intravena yang kuat, sehingga mereka dirawat dengan mesin pernapasan di unit perawatan intensif (ICU).  

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK
Berita Lainnya:
Sulit Buah Air Besar? 5 Buah Ini Bisa Jadi 'Obat'-nya

Separuh pasien secara acak ditugaskan untuk memakai headphone yang memainkan gerakan lambat dari piano sonata Mozart, sementara separuh lainnya memakai headphone yang tidak memutar musik.  Perawat yang tidak mengetahui pasien mana yang mendengarkan musik.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Dilaporkan bahwa mereka yang mendengarkan musik memerlukan obat yang jauh lebih sedikit. Pasien yang mendengar musik juga memiliki tekanan darah dan detak jantung yang lebih rendah serta kadar hormon stres adrenalin dan sitokin interleukin-6 yang memicu peradangan. 

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

Studi berikutnya di Italia terhadap 24 sukarelawan sehat (setengahnya adalah musisi yang mahir), menemukan bahwa tempo dalam musik bisa jadi penentu. Musik lambat atau meditatif menghasilkan efek relaksasi;  tempo yang lebih cepat menghasilkan semangat, tetapi segera setelah musik upbeat berhenti, detak jantung dan tekanan darah peserta cenderung turun, juga memicu relaksasi.

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ ۚ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ ۖ وَكَلْبُهُم بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيدِ ۚ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا الكهف [18] Listen
And you would think them awake, while they were asleep. And We turned them to the right and to the left, while their dog stretched his forelegs at the entrance. If you had looked at them, you would have turned from them in flight and been filled by them with terror. Al-Kahf ( The Cave ) [18] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi