Minggu, 21/07/2024 - 21:35 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

8 Keutamaan Orang yang Selalu Dalam Keadaan Berwudhu

Ilustrasi berwudhu.

JAKARTA — Banyak orang memahami wudhu sebagai cara bersuci untuk sekadar melaksanakan sholat. Padahal, selain untuk sholat, wudhu juga memiliki manfaat yang luar biasa besar. Berikut ini adalah tujuh manfaat menjaga wudhu yang harus kita ketahui

1. Menyerupai cahaya

Air wudhu akan menyerupai cahaya bagi seorang hamba di hari kiamat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah yang mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tablughul-hilyah minal-mukmini haitsu yablughu al-wudhu-u.” Yang artinya, “Perhiasan akan menaungi orang Mukmin sebanyak cakupan wudhunya.” Maksud perhiasan di sini adalah cahaya di hari kiamat.

2. Separuh dari iman

Berwudhu dinilai sebagai separuh dari iman. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Abu Malik Al-Asy’ari, Rasulullah SAW bersabda, “At-thahuru syathral-iman.” Yang artinya, “Bersuci itu setengah dair keimanan.”

Berita Lainnya:
Hebatnya Ingatan Nabi Adam, Sains Ungkap Hubungan Molekul Tanah dengan Otak Manusia

3. Menghapus dosa

Berwudhu dapat menghapuskan dosa-dosa kecil. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda yang artinya, “Jika seorang hamba Musim berwudhu atau seorang mukmin, lalu ia membasuh wajahnya, niscaya dari wajahnya keluar setiap dosa yang pernah dia lihat bersamaan dengan tetesan air atau bersamaan dengan tetesan air yang terakhir. Apabila ia membasuh kedua tangannya, niscaya dari kedua tangannya keluar segala dosa yang pernah dikerjakan kedua tangannya bersama air, atau tetesan air yang terakhir.

Berita Lainnya:
Nabi Adam Mendebat Malaikat Maut

Apabila ia membasuh kedua kakinya, maka akan keluar setiap kesalahan yang pernah dijalankan oleh kedua kakinya bersamaan dengan air, atau bersamaan dengan tetesan air yang terakhir, sehingga ia selesai dalam keadaan bersih dari dosa-dosa.”

Sedangkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Usman, bahwasannya Nabi bersabda, “Man tawaddha-a hakadza ghufiralahu maa taqaddama min dzanbihi wa kaanat shalaatuhu wa masyyuhu ilal-masjidi naafilatan.” Yang artinya, “Barang siapa yang berwudhu seperti ini, maka ia akan diampuni dosanya yang telah lampau. Sholat dan jalannya menuju masjid menjadi ibadah yang sunnah.”

 

KEEMPATLihat halaman berikutnya >>>

 

 

sumber : Republika

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ۚ ذَٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا الكهف [82] Listen
And as for the wall, it belonged to two orphan boys in the city, and there was beneath it a treasure for them, and their father had been righteous. So your Lord intended that they reach maturity and extract their treasure, as a mercy from your Lord. And I did it not of my own accord. That is the interpretation of that about which you could not have patience." Al-Kahf ( The Cave ) [82] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi