Jumat, 19/07/2024 - 03:33 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Indonesia Vs Irak: Saatnya Jinakkan Singa Mesopotamia Lagi di Gelora Bung Karno

 JAKARTA — Bila ada tim sepak bola yang paling membuat penasaran Indonesia dalam interval setahun terakhir, Irak ada di urutan teratas. Dua kali pertemuan di level senior dan sekali di kelompok usia (U-23), Indonesia selalu kalah.

Maka, saat kesempatan keempat untuk adu kekuatan melawan tim Timur Tengah itu hadir, terlebih pada ajang bergengsi dan menentukan, bisa dipastikan para penggawa Garuda akan siap habis-habisan untuk memutus hasil buruk itu.

Timnas Indonesia akan menghadapi Irak pada pertandingan kelima Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (6/6/2024) pukul 16.00 WIB. Skuad Garuda dituntut menang agar segera memastikan lolos ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, mendampingi Irak sudah memastikan lolos.

Rekor pertemuan menghadapi Irak yang terentang hingga 24 tahun lalu tak mendukung kita mendapatkan hasil positif. Sebab 13 pertemuan sebelumnya, Indonesia hanya mencatatkan dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan menelan delapan kekalahan.

Berita Lainnya:
Siap Lawan Balik Australia, Erick Thohir: Kita Semua Bersama Timnas

Hasil terbaik Indonesia ketika menghadapi Irak adalah saat meraih kemenangan dengan skor telak 3-0 pada turnamen Piala Kemerdekaan di Jakarta, hampir 24 tahun silam. Pada partai final yang digelar Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 3 September 2000, Indonesia mampu menang dengan skor 3-0 berkat gol yang dicetak oleh Aji Santoso, Bima Sakti dan Gendut Doni.

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Januari lalu, ketika Irak sukses mengalahkan Indonesia dengan skor telak 3-1 di Stadion Ahmad Bin Ali, Al Rayyan, Qatar pada pertandingan Grup D Piala Asia 2023. Pada pertandingan itu, Irak unggul lewat Mohanad Ali, Osama Rashid dan Aymen Hussein, sementara Indonesia sempat memperkecil ketertinggalan melalui Marselino Ferdinan.

Saat itu, secara individual, Irak lebih unggul dengan sederet pemain yang tengah atau pernah membela tim-tim Eropa dalam susunan starting XI mereka. Bek Ali Adnan Kadhim misalnya, pernah membela Udinese dan Atalanta di Serie A, bermain di MLS memperkuat Vancouver Whitecaps, mencicipi bermain di Rusia bersama Rubin Kazan, dan sekarang membela klub Mef Rafsanjan di Iran.

Berita Lainnya:
Megawati: Bukan Sombong, KPK Itu Saya yang Buat, MK juga Saya yang Buat

Rekannya di lini belakang yang berusia 22 tahun, Hussein Ali Haidarm sudah dua musim terakhir membela Heerenveen.

Di lini tengah, Osama Rashid berlaga di Liga Protugal bersama klub Vizela. Yang paling dikenal penggemar sepak bola Indonesia tentunya Zidane Iqbal, pemain Utrecht yang merupakan jebolan Manchester United. Terakhir ada Merchas Doski memperkuat FC Slovacko di Liga Ceko,

Sementara kita hanya punya Jordi Amat yang berpengalaman bermain di Liga Spanyol dan Inggris sebelum sekarang bermain di Liga Malaysia. Ada Elkan Baggott yang berstatus pemain cadangan Ipswich Town yang saat itu berlaga di Divisi Championship.

 

Justin Hubner…

sumber : Antara

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

فَانطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا لَقِيَا غُلَامًا فَقَتَلَهُ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍ لَّقَدْ جِئْتَ شَيْئًا نُّكْرًا الكهف [74] Listen
So they set out, until when they met a boy, al-Khidh r killed him. [Moses] said, "Have you killed a pure soul for other than [having killed] a soul? You have certainly done a deplorable thing." Al-Kahf ( The Cave ) [74] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi