Senin, 22/07/2024 - 06:14 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Saksi Kunci Penolong Vina dan Eky Resmi Dilindungi LPSK, Ini Alasannya

CIREBON – Suroto, orang yang pertama menolong Vina dan Muhammad Rizky atau Eky, saat keduanya tergeletak di jembatan fly over Talun, Cirebon pada 27 Agustus 2016, resmi mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Suroto mengatakan, dua orang petugas dari LPSK mendatanginya pada Jumat (7/6/2024) sekitar pukul 14.00 WIB. Pihak LPSK menawarkan kepadanya untuk memberikan perlindungan sebagai saksi dalam kasus tersebut. Kedatangan petugas LPSK itu setelah Suroto memberikan kesaksian di sejumlah media, kemarin, mengenai kronologis saat dirinya menemukan dan menolong Vina dan Eky.

Menurut Suroto, kedua petugas LPSK itu intinya ingin membantu melindunginya dari kemungkinan adanya teror atau intimidasi. Pasalnya, kasus pembunuhan Vina dan Eky merupakan kasus yang cukup besar. ‘’(Petugas LPSK mengatakan) takutnya Bapak (Suroto) nanti diintimidasi atau diteror,’’ kata Suroto, menirukan ucapan petugas LPSK tersebut di Cirebon pada Jumat (7/6/2024).

Suroto mengungkapkan, setelah mendapat tawaran itu, dirinya menelepon keluarganya terlebih dulu untuk meminta pendapat mereka. Menurutnya, keluarganya mendukung agar dirinya mendapat perlindungan dari LPSK. ‘’Sebelum saya setujuin, saya nelepon dulu ke keluarga. Kata keluarga, ya wis gak papa, biar ada pendamping. Jadi saya menyetujui (tawaran LPSK),’’ ungkap Suroto.

Suroto mengungkapkan, keputusannya untuk menerima tawaran perlindungan dari LPSK itu karena kasus pembunuhan Vina dan Eky merupakan kasus yang besar. Dia pun belum mengetahui apakah kesaksiannya bisa diterima oleh kedua belah pihak atau tidak.

Berita Lainnya:
PSBI Ziarah di TMPNU Kalibata Jakarta, Effendi Simbolon: Bentuk Rasa Syukur di HUT ke-17

‘’Ini kasusnya kasus besar. Saya belum tahu mana yang benar. Apakah saya sebagai saksi Vina ini nantinya diterima oleh kedua belah pihak, yang tidak senang muapun yang senang. (Makanya) saya minta perlindungan ke LPSK,’’ ungkap Suroto.

Suroto menambahkan, setelah resmi menerima tawaran tersebut, petugas LPSK pun berpesan kepadanya untuk segera menghubungi mereka bilamana mendapat teror atau tekanan dari siapapun.

‘’(Petugas LPSK mengatakan) bilamana ada hal-hal yang tidak mengenakkan, ada orang yang meneror, mengancam, silakan langsung hubungi kami,’’ kata Suroto mengulang ucapan petugas LPSK.

Suroto mengungkapkan, sejauh ini tidak ada teror atau intimidasi yang diterimanya. Dia pun mengaku siap jika diminta kepolisian untuk memberikan kesaksian kembali seputar kasus tersebut. ‘’Oh siap,’’ kata Suroto.

Cerita Suroto menjadi penolong pertama

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
Kejanggalan kasus Vina Cirebon. INFOGRAFIK/Republika. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Suroto adalah orang pertama yang menolong Vina dan Muhammad Rizky atau Eky, saat keduanya terkapar di fly over Talun, Cirebon, pada 27 Agustus 2016 malam. Sekitar dua hari setelah peristiwa terebut, dia dipanggil oleh polisi dan diajak ke lokasi di dekat SMPN 11 Kota Cirebon.

Berita Lainnya:
Pimpinan KPK soal Pegawai Main Judi Online: Mungkin Pas Iseng, Nganggur, Bengong

‘’Saya diajak ngikut untuk olah TKP (tempat kejadian perkara) di belakang showroom, di kebun,’’ ucap Suroto saat ditemui di Cirebon, Kamis (6/6/2024).

Suroto mengatakan, di lokasi tersebut sudah ada dua orang yang dibawa oleh petugas. Namun, Suroto mengaku tidak mengetahui identitas kedua orang tersebut. Dia juga tidak mengenali wajah keduanya karena kondisi malam hari yang gelap dengan penerangan yang minim. Dia mengatakan, penerangan saat itu hanya bersumber dari lampu senter handphone.

‘’Cuma aku denger, (petugas tanya) kamu pukul pakai apa? Kamu bacok pakai apa?,’’ kata Suroto, menirukan ucapan petugas.

Suroto menduga dua orang tersebut merupakan pelaku pembunuhan Vina dan Eky. Pasalnya, mereka menjawab pertanyaan petugas soal pemukulan kepada korban.

‘’(Petugas tanya) kamu pukul pakai apa? (Dijawab) balok. (Petugas tanya) baloknya dibuang ke mana? Ya wis nyari-nyari di situ,’’ ungkap Suroto.

Suroto pun mengaku pernah dipanggil dua kali sebagai saksi dalam persidangan kasus tersebut. Dia pun memberikan kesaksian yang memang diketahuinya.

Awalnya, Suroto melihat kerumunan warga di jembatan fly over Talun dan disebutkan ada korban kecelakaan. Saat itu, dia melihat korban Eky dan Vina tergeletak di jalan, dengan posisi terpisah sekitar lima meter di antara keduanya.

1 2

Reaksi & Komentar

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا الكهف [10] Listen
[Mention] when the youths retreated to the cave and said, "Our Lord, grant us from Yourself mercy and prepare for us from our affair right guidance." Al-Kahf ( The Cave ) [10] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi