Jumat, 19/07/2024 - 16:31 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Melestarikan Tradisi Budaya di Sekitar DAS Sungai Batanghari

Pemilihan tim kurator dan direktur festival Kenduri Swarnabhumi 2024.

 JAKARTA — Festival Kenduri Swarnabhumi menjadi momentum penting dalam upaya mengangkat kearifan lokal dengan kehadiran tim kurator. Para tim kurator dan direktur festival Kenduri Swarnabhumi 2024 telah resmi diumumkan dalam workshop yang berlangsung di Jambi pada 4-5 Juni 2024.

Salah satu dari enam kurator terpilih, Deki Syaputra bertugas mengakurasi kearifan lokal di Kabupaten Dharmasraya di Sumatra Barat dan Kota Sungai Penuh di Jambi, mengatakan, Kenduri Swarnabhumi membawa dampak positif bagi masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari. Hal itu lantaran kegiatan festival yang memasuki tahun ketiga tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga Sungai Batanghari dan budaya.

“Kenduri Swarnabhumi mengingatkan kembali kepada masyarakat akan keterhubungan mereka dengan sungai dan lingkungan serta budayanya,” kata Deki dalam siaran pers di Jakarta, Ahad (7/6/24)2.

Berita Lainnya:
Amerika Serikat Berinvestasi dalam Pengelolaan Sampah di Indonesia 

Deki menjelaskan, kurator dan direktur festival bertugas melakukan optimalisasi untuk mengangkat potensi sumber daya manusia lokal. Sehingga visi dan misi pelestarian kebudayaan di wilayah DAS Batanghari dapat terwujud. “Dengan adanya koordinasi yang baik, kita bisa memastikan bahwa setiap elemen budaya yang kita tampilkan memiliki makna dan relevansi yang kuat,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Deki, dalam penyelenggaraan Kenduri Swarnabhumi 2024, masyarakat, dan komunitas sebagai pelaku budaya setempat bisa lebih terlibat mengangkat kearifan lokalnya. Sehingga nilai-nilai budaya lokal bisa lestsri dan diturunkan kepada generasi muda.

Menurut dia, kearifan lokal yang diangkat di wilayah, seperti tradisi Nahik Pamau, Kenduri Padae, dan Ngalao Ndae dari Kota Sungai Penuh, serta Seni Tari Toga dari Dharmasraya. Semua itu merupakan tradisi yang sudah sangat lama tidak dilaksanakan masyarakat. Sehingga ketika diadakan Kenduri Swarnabhumi dapat memberi pengetahuan kepada generasi muda tentang adanya budaya tersebut.

Berita Lainnya:
OceanX Nilai Indonesia Butuh Sensor Bawah Laut untuk Mitigasi Tsunami dan Gempa Bumi

Direktur Festival Kabupaten Batanghari, Agung Habibillah, menambahkan, dengan adanya Kenduri Swarnabhumi 2024, banyak masyarakat maupun komunitas yang sadar untuk menjaga lingkungan Sungai Batanghari. Selain itu, banyak barang atau bangunan pinggir sungai yang bisa diselamatkan sebagai cagar budaya.

“Tradisi lama pun hidup kembali. Benang merah yang saya tarik dari 2022 sampai sekarang adalah penyelamatan sungai Batanghari,” ucap Agung.

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا الكهف [25] Listen
And they remained in their cave for three hundred years and exceeded by nine. Al-Kahf ( The Cave ) [25] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi