Minggu, 21/07/2024 - 20:24 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

HIBURAN

Kecanduan Internet Berisiko Pengaruhi Intelektual dan Kesehatan Mental Remaja

Remaja kecanduan internet (ilustrasi). Kecanduan internet dapat memengaruhi beberapa kapasitas intelektual bahkan kesehatan mental remaja.

JAKARTA — Sebuah tim peneliti yang berbasis di Inggris telah menilai efek kecanduan internet pada otak remaja. Mereka melaporkan bahwa jenis kecanduan ini dapat memengaruhi beberapa kapasitas intelektual bahkan kesehatan mental remaja.

Para peneliti dari University College London (UCL) menganalisis 12 studi neuroimaging dari remaja yang kecanduan internet. Tujuannya adalah untuk mengamati otak dan perubahan apa pun yang disebabkan oleh kecanduan internet, terutama perubahan konektivitas antara jaringan otak yang memainkan peran penting dalam perilaku.

Berita Lainnya:
Idol K-Pop Ini Ungkap tak Beli Kopi Starbucks, Bentuk Solidaritas untuk Palestina?

Dipublikasikan dalam jurnal PLOS Mental Health, analisis penelitian ini menunjukkan adanya gangguan pada sinyal di daerah otak yang terlibat dalam jaringan saraf pada remaja yang kecanduan internet. Secara khusus, gangguan ini diamati saat remaja yang kecanduan internet melakukan aktivitas yang dikendalikan oleh bagian otak yang berperan dalam executive control network. Aktivitas yang dimaksud seperti perencanaan, pengambilan keputusan, perhatian dan perilaku impulsif. Gangguan tersebut tidak ditemukan pada remaja yang tidak kecanduan internet.

“Memahami bagaimana kecanduan internet memengaruhi konektivitas fungsional di otak remaja dapat memandu intervensi terapi global dan kesehatan masyarakat pada masa depan,” kata peneliti utama Max Chang dan Irene Lee seperti dilansir Malay Mail, Selasa (11/6/2024).

Berita Lainnya:
Jennifer Coppen Ungkap Kesedihan Suami Meninggal Dunia: Besok Aku Ulang Tahun Sayang

Namun, para akademisi sendiri mengkualifikasikan temuan mereka. Penelitian ini dinilai hanya memberikan gambaran yang belum selesai yang tidak selalu menggambarkan penggunaan internet sebagai sesuatu yang sangat positif atau negatif. Mereka percaya bahwa penelitian lebih lanjut pada sampel peserta yang lebih besar sangat diperlukan untuk mengonfirmasi bagaimana kecanduan internet mengubah cara otak mengontrol perilaku dan kesejahteraan remaja.

 

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَن يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا الكهف [80] Listen
And as for the boy, his parents were believers, and we feared that he would overburden them by transgression and disbelief. Al-Kahf ( The Cave ) [80] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi