Jumat, 19/07/2024 - 16:00 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

HIBURAN

Kecanduan Internet Berisiko Pengaruhi Otak dan Kesehatan Mental Remaja

Remaja kecanduan internet (ilustrasi). Kecanduan internet dapat memengaruhi beberapa kapasitas intelektual bahkan kesehatan mental remaja.

JAKARTA — Sebuah tim peneliti yang berbasis di Inggris telah menilai efek kecanduan internet pada otak remaja. Mereka melaporkan bahwa jenis kecanduan ini dapat memengaruhi beberapa kapasitas intelektual bahkan kesehatan mental remaja.

Para peneliti dari University College London (UCL) menganalisis 12 studi neuroimaging dari remaja yang kecanduan internet. Tujuannya adalah untuk mengamati otak dan perubahan apa pun yang disebabkan oleh kecanduan internet, terutama perubahan konektivitas antara jaringan otak yang memainkan peran penting dalam perilaku.

Berita Lainnya:
Hobi Menari Dikaitkan dengan Kesehatan Mental yang Lebih Baik, Menurut Penelitian

Dipublikasikan dalam jurnal PLOS Mental Health, analisis penelitian ini menunjukkan adanya gangguan pada sinyal di daerah otak yang terlibat dalam jaringan saraf pada remaja yang kecanduan internet. Secara khusus, gangguan ini diamati saat remaja yang kecanduan internet melakukan aktivitas yang dikendalikan oleh bagian otak yang berperan dalam executive control network. Aktivitas yang dimaksud seperti perencanaan, pengambilan keputusan, perhatian dan perilaku impulsif. Gangguan tersebut tidak ditemukan pada remaja yang tidak kecanduan internet.

“Memahami bagaimana kecanduan internet memengaruhi konektivitas fungsional di otak remaja dapat memandu intervensi terapi global dan kesehatan masyarakat pada masa depan,” kata peneliti utama Max Chang dan Irene Lee seperti dilansir Malay Mail, Selasa (11/6/2024).

Berita Lainnya:
Fakta Mewah Pernikahan Anant Ambani, Anak Orang Terkaya Ke-9 di Dunia

Namun, para akademisi sendiri mengkualifikasikan temuan mereka. Penelitian ini dinilai hanya memberikan gambaran yang belum selesai yang tidak selalu menggambarkan penggunaan internet sebagai sesuatu yang sangat positif atau negatif. Mereka percaya bahwa penelitian lebih lanjut pada sampel peserta yang lebih besar sangat diperlukan untuk mengonfirmasi bagaimana kecanduan internet mengubah cara otak mengontrol perilaku dan kesejahteraan remaja.

 

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

سَيَقُولُونَ ثَلَاثَةٌ رَّابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِالْغَيْبِ ۖ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ ۚ قُل رَّبِّي أَعْلَمُ بِعِدَّتِهِم مَّا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا قَلِيلٌ ۗ فَلَا تُمَارِ فِيهِمْ إِلَّا مِرَاءً ظَاهِرًا وَلَا تَسْتَفْتِ فِيهِم مِّنْهُمْ أَحَدًا الكهف [22] Listen
They will say there were three, the fourth of them being their dog; and they will say there were five, the sixth of them being their dog - guessing at the unseen; and they will say there were seven, and the eighth of them was their dog. Say, [O Muhammad], "My Lord is most knowing of their number. None knows them except a few. So do not argue about them except with an obvious argument and do not inquire about them among [the speculators] from anyone." Al-Kahf ( The Cave ) [22] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi