Jumat, 19/07/2024 - 15:03 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Nasib 3 Anak Briptu FN, Kementerian PPPA Pastikan Dapat Pengasuhan Tepat

Botol susu anak (ilustrasi). Kementerian PPPA berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Mojokerto dan Jombang untuk memastikan anak-anak Briptu FN mendapatkan pengasuhan yang tepat

JAKARTA — Seorang polwan di Mojokerto, Jawa Timur, Briptu FN, telah ditetapkan sebagai tersangka atas pembakaran sang suami, Briptu RDW. Briptu FN diketahui memiliki tiga anak yang masih berusia batita. Bagaimana nasib anak-anaknya kelak?

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memastikan tiga anak dari Briptu FN dan Briptu RDW akan mendapatkan pengasuhan yang tepat. “Tim Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Jatim sudah menjangkau dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Mojokerto dan Jombang untuk memastikan anak-anak mendapatkan pengasuhan yang tepat,” kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Nahar, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (11/6/2024).

Berita Lainnya:
YLKI Minta BPOM Sosialisasi Aturan Baru Label Peringatan Bahaya BPA

Nahar mengatakan, anak-anak ini untuk sementara ditempatkan di tempat yang aman dan diupayakan tetap mendapatkan pengasuhan terbaik. Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian tragis menimpa anggota Samapta Polres Jombang Briptu RDW.

Korban diduga dibakar istrinya sendiri yang juga seorang polisi wanita, Briptu FN, di Kompleks Asrama Polisi Polres Mojokerto, Jawa Timur, pada Sabtu (8/6/2024). Briptu RDW sempat menjalani perawatan medis di ruangan ICU RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto karena menderita luka bakar 96 persen. Namun, nyawanya tak tertolong.

Berita Lainnya:
Rusia tak Kesampingkan Opsi Gunakan Nuklir Usai NATO Tempatkan Rudal AS di Jerman

Korban dinyatakan meninggal dunia pada Ahad (9/6/2024). Kepolisian Daerah Jawa Timur telah menetapkan Briptu FN, istri korban, sebagai tersangka. Tersangka dan korban memiliki tiga anak yang masih berusia bayi dan batita.

sumber : Antara

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

سَيَقُولُونَ ثَلَاثَةٌ رَّابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِالْغَيْبِ ۖ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ ۚ قُل رَّبِّي أَعْلَمُ بِعِدَّتِهِم مَّا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا قَلِيلٌ ۗ فَلَا تُمَارِ فِيهِمْ إِلَّا مِرَاءً ظَاهِرًا وَلَا تَسْتَفْتِ فِيهِم مِّنْهُمْ أَحَدًا الكهف [22] Listen
They will say there were three, the fourth of them being their dog; and they will say there were five, the sixth of them being their dog - guessing at the unseen; and they will say there were seven, and the eighth of them was their dog. Say, [O Muhammad], "My Lord is most knowing of their number. None knows them except a few. So do not argue about them except with an obvious argument and do not inquire about them among [the speculators] from anyone." Al-Kahf ( The Cave ) [22] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi