Minggu, 21/07/2024 - 20:27 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EDUKASI
EDUKASI

Meriahkan Milad ke-41, Fikom Unisba Gelar Seminar soal Media

 BANDUNG – Dalam rangka memeriahkan milad Unisba ke-41, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba) menggelar rangkaian seminar seputar perkembangan media. Seminar perdana mengusung tema ‘Dampak Media Sosial Terhadap Pola Komunukasi, Identitas Diri dan Kesehatan Mental’ yang berlangsung di auditorium Gedung Dekanat Fikom Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu (13/6/2024).

Seminar tersebut menghadirkan nara sumber di antaranya Pakar Komunikasi dan Media dari Fikom Unisba Dr Dedeh Fardilah M.Si, psikolog dari Universitas Maranatha Efnie Indrianie M.PSi, Kepala Bidang IKP Diskominfo Jabar Viky Edya Martina S, kreator Digital Dudi Sugandi dan Influencer Gen-Z Nabila Ishma.

Sementara keynote speaker dalam seminar perdana itu, yakni Dekan Fikom Unisba Prof Dr Atie Rachmiatie M.Si. ‘’Kami coba angkat isu kekinian, serta memadukan akademisi untuk berdialog dengan apa yang terjadi saat ini terkait media,’’ ujar Prof Atie saat memberikan sambutan dalam seminar tersebut.

Atie berharap, instansi perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi Menara Gading, namun betul-betul berkontribusi terhadap dunia media. Sedikitnya, ungkap dia, kampus mampu memberikan pemikiran, gagasan, dan solusi yang bisa ditawarkan kepada masyarakat.

Berita Lainnya:
UNM Gali Potensi Kecerdasan Artifisial dalam Digital Bisnis

Dalam seminar kali ini, pihaknya sengaja melibatkan para mahasiswa dari Magister Ilmu Komunikasi (Mikom) Unisba. Kata dia, para mahasiswa tersebut diberi kesempatan untuk mengkaji media dan perubahan masyarakat yang terjadi saat ini.

‘’Tidak hanya teori, tetapi juga coba mengimplementasikannya berdasarkan kondisi nyata,’’ tambhanya. Diakui Atie, literasi digital masyarakat masih cukup rendah sehingga kurang peka terhadap bahaya konten negatif yang tersebarluaskan di media sosial. Oleh karena itu, melalui seminar kali ini pihaknya berharap bisa menjadi jembatan sehingga literasi digital masyarakat menjadi lebih meningkat lagi.

Pakar Komunikasi dan Media dari Unisba Dr. Dedeh Fardilah M.Si mengatakan, perkembangan media merupakan suatu keniscayaan. Kata dia, kehidupan manusia saat ini manusia tidak bisa terlepas dari media, termasuk media sosial.

‘’Di satu sisi kita dimudahkan, tetapi di sisi lain banyak informasi negatif dan hoaks yang berkembang di masyarakat melalui media, khususnya media sosial,’’ tuturnya. Dedeh membenarkan bahwa saat ini media mampu mengubah cara masyarakat dalam berkomunikasi mulai dari keluarga hingga masyarakat luas.

Mengenai media sosial yang paling banyak diakses oleh masyarakat Indonesia. Dedeh menyebutkan, di urutan pertama WhatssApp, Facebook dan TikTok. Sementara media Sosial yang paling banyak menghabiskan waktu adalah TikTok. ‘’Di TikTok itu orang menghabiskan waktu luar biasa, nomor duanya YouTube. Dan saat ini ada istilah konten is the king, sehingga orang sering mencari cara agar bisa menjadi viral,’’ tandasnya.

Berita Lainnya:
20 SMK se-Jabodetabek Kolaborasi Lahirkan Produk Ekspor

Kegiatan seminar selanjutnya akan dilangsungkan pada 22 Juni 2024 dengan mengusung tema ‘Pengaruh Media Terhadap Masyarakat di Era Digital’. Pada seminar nanti, akan menghadirkan nara sumber Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jabar Dr Ika Mardiah, Wakil Ketua Dewan Pers Muhamad Agung Dharmajaya, Guru Besar UPI yang juga Dosen Tamu Unisba Prof Dr H Karim Suryadi M.Si, Direktur Disway National Network yang juga Sekretaris SPS Jabar Suhendrik S.Ip M.Ipol.

Sementara keynote speaker dalam seminar edisi 22 Juni 2024, yakni Ketua Program Studi Mikom Unisba Prof Dr Ike Junita Triwardhani S.Sos M.Si. Seminar akan dipandu oleh Moderator Ghiok Riswoto dan dan MC Fauzi Noerwenda (Founder Pesona Public Speaking).  

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

وَأَمَّا الْغُلَامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَن يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا الكهف [80] Listen
And as for the boy, his parents were believers, and we feared that he would overburden them by transgression and disbelief. Al-Kahf ( The Cave ) [80] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi