Selasa, 16/07/2024 - 23:45 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Ada Petisi Penolakan, Raffi Ahmad Mundur dari Proyek Beach Club Gunungkidul

BANDA ACEH  – Kabar bahwa Raffi Ahmad akan membangun beach club di daerah Gunungkidul sudah berembus sejak tahun lalu dan mendapat pertentangan cukup keras dari WALHI Jogjakarta. 

Petisi yang dibuat pada 21 Maret 2024 itu sudah mendapatkan lebih dari 44.000 tanda tangan. 

Proyek yang sudah diumumkan sejak Desember lalu ini dinilai akan berdampak buruk pada lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, petisi penolakan pun dibuat.  

Terkait hal ini, Raffi Ahmad menyatakan kemundurannya dari proyek tersebut melalui video yang diunggah di Instagram pribadinya @raffinagita1717. Dia menyampaikannya lewat video lantaran sedang berada di Makkah.  

“Terkait proyek yang di Gunungkidul, saya sebagai warga Indonesia, orang yang taat hukum, saya juga mengerti terdapat beberapa kekhawatiran dari masyarakat terkait proyek ini yang belum sejalan dengan peraturan yang berlaku. Dan dengan ini saya menyatakan akan menarik diri dari keterlibatan saya dari proyek ini,” kata Raffi Ahmad.  

Dia menegaskan bisnisnya harus selalu berjalan dengan peraturan hukum yang berlaku. Raffi Ahmad berharap proyek yang dijalankan bisa memberikan dampak baik bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. 

“Karena bagi saya apa pun yang saya lakukan dalam bisnis saya ini wajib mengikuti peraturan yang berlaku di Indonesia. Terutama harus memberikan manfaat yang baik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Raffi Ahmad. 

“Sekali lagi terima kasih atas perhatiannya dari rekan-rekan semua. Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan tetap semangat dalam memajukan Indonesia,” pungkas dia


Reaksi & Komentar

أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا الكهف [9] Listen
Or have you thought that the companions of the cave and the inscription were, among Our signs, a wonder? Al-Kahf ( The Cave ) [9] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi