Selasa, 23/07/2024 - 19:30 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Konsesi Tambang untuk Ormas dan Potensi Hegemoniknya

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2024 dari Bank Aceh Syariah

Oleh : Aad Satria Permadi, Ph.D (Dosen Psikologi Politik, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta)

ADVERTISEMENTS
Selamat ulang tahun ke-57 Bapak Bustami, S.E., M.Si, Penjabat Gubernur Aceh

Pemerintah membuka peluang organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan untuk mengelola pertambangan. Secara normatif, pemerintah melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengatakan bahwa dasar pemikiran kebijakan pemerintah ini adalah amanat UUD 1945.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa 2024

Menurut Siti Nurbaya Bakar selaku Menteri LHK, UUD 1945 mengamanatkan agar pemerintah memberikan ruang produktivitas kepada masyarakat. Lalu, amanat UUD 1945 ini kemudian diterjemahkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 25 tahun 2024 tentang perubahan atas PP nomor 96 tahun 2021 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara. Dengan PP tersebut, singkat cerita, ormas keagamaan melalui sayap bisnisnya diperbolehkan untuk mengelola konsesi pertambangan. 

ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses atas Perpanjangan masa Jabatan Muhammad Iswanto sebagai Pj Bupati Aceh Besar dari Bank Aceh Syariah

Niat baik pemerintah ini agaknya disambut dengan defensif oleh mayoritas ormas keagamaan. Sampai hari ini, hanya PBNU yang menyambut tawaran pemerintah tersebut. Sedangkan Muhammadiyah dan ormas perwakilan agama-agama lainnya sepertinya menolak. Walaupun mereka sampaikan penolakan itu dengan bahasa diplomatis, “perlu pengkajian lebih lanjut”, atau “pikir-pikir dahulu”. Ada kecurigaan, itu singkatnya!

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah dari Bank Aceh Syariah

Kecurigaan tersebut sebenarnya dapat dimaklumi. Paling tidak, ada dua kecurigaan yang dapat dimaklumi. Pertama adalah kecurigaan terkait dengan martabat ormas Islam. Kedua adalah kecurigaan hegemonik penguasa.

Berita Lainnya:
Saat Puncak Gunung Gede Diselimuti Es, Merapi Keluarkan Awan Panas: Apa yang Terjadi?
ADVERTISEMENTS
Selamat HUT Bhayangkara ke-78 tahun dari Bank Aceh Syariah 2024

Martabat Ormas di Alam Bawah Sadar Pemerintah

ADVERTISEMENTS
Wifi Gratis untuk Rekening Baru di Bank Aceh Syariah

Yang menarik adalah keterangan dari Menteri LHK, Siti Nurbaya. Beliau mengatakan dengan lebih “jujur” tentang alasan mengapa PP nomor 25 tahun 2024 itu muncul. “Daripada ormasnya setiap hari nyariin proposal, minta apa, apa namanya mengajukan proposal, kan lebih baik dengan sayap bisnis yang rapi dan tetap profesional. Itu sih sebetulnya,” kata Siti di Istana Kepresidenan, Jakarta, Ahad (2/6/2024).

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh Syariah Salurkan 212 Ekor Hewan Kurban kepada Warga Aceh 2024

Saya bilang “jujur” karena di akhir kalimat, beliau mengatakan “itu sih sebetulnya”. Ada kesan kuat bahwa hal-hal normatif yang disampaikan pemerintah, sebenarnya adalah sebuah hiper-realitas. Ada kesan kuat, percakapan-percakapan politik tertutup antar pengelola negara sejujurnya bukan tentang keinginan memberikan ruang produktivitas, namun lebih kepada perasaan risih pada tabiat ormas yang dianggap selalu UUD (Ujung-Ujungnya Duit). Mungkin kalau lebih “frank” lagi, ormas di mata pemerintah, adalah kumpulan orang yang suka minta uang. 

ADVERTISEMENTS
Sukseskan Hari Indonesia Menabung (HIM) dari Bank Aceh Syariah - 1 Juli 2024

Dari sudut pandang psikologi, keterangan pers Menteri Siti Nurbaya menampakkan cara pandang pemerintah kepada ormas Islam. Jauh dari kesan penghormatan. Ormas akan merasa dipandang secara negatif, oleh karena itu agar tidak “merepotkan” maka diberi konsesi tambang. Apalagi ditambah kalimat-kalimat dan aksi panggung Menteri Bahlil yang kadang jauh dari kesan penghormatan terhadap ormas keagamaan.

Berita Lainnya:
Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Jadi Rp7500, Airlangga: Buat di Daerah Sudah Besar Itu

Dalam suatu forum, Bahlil dengan gayanya yang provokatif bertanya kepada audiens apakah setuju atau tidak konsesi tambang diberikan kepada NU. Lalu ia melanjutkan, kalau ada yang tidak setuju, “kita apakan dia?!”. Video Pak Bahlil itu kemudian direspons oleh netizen dengan kecaman. Kebanyakan menganggap Pak Bahlil seperti preman. Mengancam siapa saja yang menolak konsesi kepada NU. 

Oleh karena itu, ketika tawaran pemerintah tidak disambut secara antusias oleh ormas-ormas keagamaan, menyeruak puja-puji netizen. Salah satu pujian banyak dialamatkan kepada Muhammadiyah, yang secara diplomatis menolak tawaran tersebut. Rata-rata netizen mengatakan bahwa Muhammadiyah berhasil menjaga kehormatan organisasi dan warganya. Menjaga kehormatan dari apa? Tentu dari cara-cara pemerintah memposisikan martabat ormas-ormas keagamaan. 

Masalah Kompetensi dan Teori Hegemoni Penguasa

Selain mempermasalahkan martabat ormas, banyak pihak yang meminta ormas-ormas keagamaan berhati-hati dengan tawaran pemerintah itu. Bahkan Prof Din Syamsudin mengatakan bahwa tawaran tersebut pada dasarnya adalah “jebakan”. 

Kecurigaan beberapa pihak tentang “jebakan” ini bukan tanpa dasar. Sangat wajar jika orang bertanya, mengapa yang ditawarkan kepada ormas-orams itu adalah bisnis yang sama sekali mereka tidak kuasai? Kalau memang ingin membuka ruang produktivitas, mengapa tidak dengan memberikan tawaran-tawaran bisnis yang dikuasai oleh ormas-ormas tersebut?

ADVERTISEMENTS
Bahagia itu Sederhana dari Bank Aceh Syariah

1 2 3 4

Reaksi & Komentar

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا الكهف [105] Listen
Those are the ones who disbelieve in the verses of their Lord and in [their] meeting Him, so their deeds have become worthless; and We will not assign to them on the Day of Resurrection any importance. Al-Kahf ( The Cave ) [105] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi